Peneliti Kembangkan Alat Pendeteksi Bakteri di Hitungan Menit

CNN Indonesia | Rabu, 08/05/2019 02:40 WIB
Peneliti Kembangkan Alat Pendeteksi Bakteri di Hitungan Menit Ilustrasi bakteri. (Foto: Dok. Rocky Mountain Laboratories, NIAID, NIH)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim peneliti dari Penn State University mengembangkan alat pendeteksi bakteri dalam hitungan menit. Alat yang menggunakan mikroteknologi itu untuk menjebak sel bakteri tunggal yang kemudian bisa diamati jika dilihat menggunakan mikroskop elektron.

Temuan ini memungkinkan dokter menentukan apakah bakteri yang memiliki kepekaan terhadap pengobatan tertentu hanya dalam waktu 30 menit. Sebelumnya dengan metode lama, dokter butuh waktu tiga hingga lima hari.

Pak Kin Wong profesor teknik biomedis dan teknik mesin yang terlibat dalam misi ini mengatakan sejauh ini dokter tidak bisa menentukan keberadaan infeksi bakteri dalam tubuh pasien dalam waktu cepat, akibatnya sangat tergantung pada resep antibiotik.


"Apa yang kami kerjakan adalah pendekatan molekuler komplementer sehingga kami dapat mengidentifikasi keberadaan bakteri jenis tertentu dalam hitungan menit," terang Profesor Wong seperti dilansir AFP.

Infeksi kandung kemih menurutnya merupakan salah satu penyakit akibat infeksi bakteri yang paling populer. Namun, karena ada lebih dari 75 persen spesimen urin yang diuji laboratorium klinis terbukti negatif.

"Alat ini bisa dengan cepat mengkonfirmasi keberadaan bakteri pada konsentrasi tertentu yang relevan secara klinis untuk mempercepat proses perawatan pasien," ucapnya.

Wong mengatakan pihaknya tengah mengajukan permohonan paten sementara untuk perangkat yang dikembangkan. Tim peneliti berharap alat ini bisa digunakan di rumah sakit dan dokter serta dipasarkan dalam kurun tiga tahun ke depan. (AFP/evn)