Peneliti Temukan Bukti Kehadiran Laut di Planet Mars

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Sabtu, 15/09/2018 05:05 WIB
Peneliti Temukan Bukti Kehadiran Laut di Planet Mars Penampakan planet mars. (Foto: NASA/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti baru-baru ini menemukan bukti yang menunjukkan Mars pernah memiliki laut di masa lalu dan siklus air yang mirip dengan Bumi. Endapan sedimen di mulut Hypanis Valles, sistem sungai Mars Kuno ditemukan sisa-sisa delta.

Dilansir dari NHM, fitur geologis ini yang akan terbentuk di mana air bertemu dengan laut Mars. Delta sungai terbentuk ketika sebuah sungai bertemu dengan air yang bergerak lebih lambat atau diam dan melambat.

Setiap sedimen kecil yang mengalir di sungai mengendap di tanah dan membentuk fitur geologis dari waktu ke waktu. Delta ini berada di bagian utara-selatan planet yang memisahkan dataran tinggi selatan dari dataran rendah utara.
Peneliti Planetary Surface Group Joel Davis mengatakan laut di Mars artinya kemungkinan Mars memiliki siklus air yang yang sangat mirip dengan Bumi yang memiliki sungai, danau, dan samudra


"Kami pikir siklus hidrologi mirip Bumi ini aktif di mars sekitar 3,7 miliar tahun lalu. Dan mulai tertutup beberapa saat setelah itu. Penelitian kami tidak mendefinisikan bukti keberadaaan samudra, tapi fitur geologis ini sangat sulit menjelaskan keberadaannya tanpa adanya samudra" kata Joel.

Pertanyaannya adalah apakah air ini berupa laut besar atau samudra pernah ada di dataran rendah utara. Pertanyaan ini menjadi salah satu pertanyaan yang sulit dijawab dalam studi evolusi geologi planet merah.
Penelitian yang diterbitkan dalam Earth and Planetary Science Letters, menunjukkan bahwa air yang luas pernah menutupi sepertiga bagian utara planet ini.

Ilmuwan saat ini sedang mempelajari area ini karena daerah ini akan diusulkan sebagai tempat pendaratan misi wahana ExoMars pada 2020 mendatang. Misi wahana ini mencakup pencarian tanda-tanda kehidupan, termasuk tanda-tanda air.

Sejauh ini, ilmuwan belum dapat mengidentifikasi dengan jelas bukti yang jelas tentang keberadaan air yang luas. Bukti ini seperti endapan samudra atau garis pantai yang jelas.

Ketiadaaan bukti ini membuat para ilmuwan harus mencari bukti alternatif. Salah satunya adalah keberadaan delta seperti dalam penelitian ini.
Sebelumnya, delta sungai pernah ditemukan di Mars tapi hanya di kawah di mana air hanya mengalir ke danau. Penelitian ini adalah pertama kalinya para peneliti mampu mengatakan dengan pasti bahwa delta mengindikasikan genangan air yang cukup besar untuk menjadi lautan. Delta di Hypanis adalah delta terbasar yang diidentifikasi di Mars sejauh ini.

Sekitar 3,6 miliar tahun lalu, sistem air di Mars mengering dan lenyap kemungkinan karena perubahan dalam iklim di masa purba. Sekarang suhu permukaan bumi di planet ini berarti tidak ada cairan di Mars, meskipun baru-baru ini ditemukan danau bawah.

Penulis utama penelitian ini, Peter Fawdon dari Open University mengatakan penelitian ini secara signifikan berkontribusi pada pemahaman manusia tentang iklim awal di Mars.
"Kami ingin mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang berapa banyak delta fluvial yang ada di Mars sehingga kita dapat menentukan posisi dan ukuran samudra purba," ujar Peter. (age/age)