Test Drive

Honda BR-V Facelift, Paket Lengkap Low SUV

fea, CNN Indonesia | Kamis, 09/05/2019 09:16 WIB
Honda BR-V <i>Facelift</i>, Paket Lengkap <i>Low</i> SUV Honda BR-V diuji wartawan dari Semarang-Jepara pada 2-3 Mei 2019. (Foto: Dok. Honda Prospect Motor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di tengah hiruk pikuk pasar low SUV yang terus bergerak, Honda Prospect Motor (HPM) akhirnya memutuskan merilis desain baru BR-V di Indonesia International Motor Show (IIMS), Kamis (25/5). Desain facelift itu, yang disiapkan dengan kadar minor, tidak berefek apa-apa soal teknis berkendara namun bikin BR-V makin 'instagramable'.

Desainer Honda telah meramu wajah BR-V hingga kini lebih rumit karena banyak permainan garis bersudut ketimbang model lama yang lebih sederhana. Secara keseluruhan bentuk bumpernya berbeda sebab kini bingkai lampu kabut menyudut dan menyambung ke karakter wide body.

Selain itu skid plate di bagian bawah bumper sekarang lebih besar dan mendominasi bagian bawah. Berlanjut ke bagian atas, nuansa krom berkurang karena gril diputuskan berwarna hitam.



BR-V baru dilengkapi sejumlah fitur yang memadai untuk menunjang aktivitas berkendara.BR-V baru dilengkapi sejumlah fitur yang memadai untuk menunjang aktivitas berkendara. (Foto: Dok. Honda Prospect Motor)
Di masing-masing tepi gril menyambung ke lampu proyektor yang sudah terintegrasi dengan LED Daytime Running Light. Fitur lampu siang hari itu hanya ada di varian tertinggi, Prestige CVT, dan E CVT, sedangkan varian lainnya, E M/T dan S M/T, tidak tersedia.

BR-V 2019 juga menggunakan pelek baru dengan ukuran sama, 16 inci. Desain pelek ini mengarah ke elegansi dan bisa dinilai sedikit mengaburkan aura sporty yang terangkat dari desain BR-V keseluruhan.

Di belakang tampilannya lumayan berbeda dari sebelumnya sebab reflektor tidak lagi berada di bemper melainkan naik ke atas, di kanan dan kiri bodi yang membuatnya terlihat gemuk. Skidplate di bagian bawah juga melebar seperti di depan plus terdapat tailpipe krom khusus varian Prestige CVT. Di atas pintu belakang, Honda menempatkan spoiler baru yang bentuknya lebih racy.

Selain soal estetika yang rasanya jadi makin kekinian buat objek foto lalu diunggah ke media sosial, BR-V terbaru juga dibekali fitur Smart Entry System, namun tidak tersedia di varian E M/T dan S. Tombol buat membuka pintu yang terkoneksi dengan fitur ini hanya ada di pintu sopir, di pintu penumpang depan tidak tersedia.

Jok dibalut pembungkus berbahan kulit.Jok dibalut pembungkus berbahan kulit. (Foto: Dok. Honda Prospect Motor)
Bagian Paling Menarik

Menurut saya bagian paling menarik di desain baru BR-V bila coba dipandang dari sisi pemilik adalah taburan pelapis interior yang menggunakan material kulit. Pelapis kulit terdapat di kemudi, tuas transmisi, sandaran tangan di pintu, dan sebagian jok.

Bagian-bagian dilapisi kulit itu merupakan area yang bersentuhan langsung dengan kulit. Ketika kontak dengan kulit, nuansa sentuhan lembut menguatkan rasa mewah dan nyaman. BR-V merupakan salah satu dari sedikit model Low SUV yang menggunakan bahan kulit asli.

Catatannya, pelapis kulit pada jok berwarna hitam yang ditambah jahitan berwarna merah cuma ada di Prestige CVT.

Fitur baru di interior yang tergolong perbaikan dari model lama yaitu, pengaturan tinggi jok pada posisi sopir serta headrest dan sabuk pengaman buat penumpang tengah di baris kedua. Selain itu, BR-V kini telah ditambah tweeter buat meningkatkan kualitas audio dan tombol untuk menyalakan mesin.

BR-V kini juga punya headunit baru model floating ukuran 8 inci yang bisa terkoneksi gawai via Web Link dan menampilkan beberapa aplikasi tertentu. Headunit ini hanya tersedia di Prestige CVT, varian E CVT dan E M/T menggunakan headunit 6,2 inci, sedangkan S M/T pakai 2DIN biasa.


Interior Honda BR-V baru yang diluncurkan di Telkomsel IIMS 2019.Interior Honda BR-V baru yang diluncurkan di Telkomsel IIMS 2019. (Foto: Dok. Honda Prospect Motor)

Rasa Mengemudi


HPM menawarkan sesi test drive BR-V Prestige CVT buat jurnalis pada 2-3 Mei lalu dengan rute Semarang-Jepara. Selama dua hari, satu unit mobil tes kira-kira menempuh jarak 100 km yang sekitar setengahnya dikemudikan dalam kondisi dikawal pihak kepolisian.

Desain BR-V 2019 tidak meliputi perubahan pada sektor mesin, tetap menggunakan 4-silinder segaris SOHC 1.500 cc i-VTEC. Mesin ini sanggup menyemburkan 198 tenaga kuda dan torsi 145 Nm.

Buat perjalanan antara kota, performa yang ditawarkan mesin itu cukup. Mengingat konsep BR-V adalah mobil keluarga tujuh penumpang, maka CVT merupakan pilihan terbaik sebab menawarkan kehalusan berkendara hingga yang perlu dikhawatirkan pengemudi soal kenyamanan hanya jalan jelek dan tikungan 'keriting'.

Perhatian soal understeer, oversteer, bodi limbung, atau lainnya bisa diatasi dengan Vehicle Stability Control asalkan mengemudi masih dalam batas kecepatan wajar atau di bawah 60 km per jam.

Berkat pengaturan ketinggian jok, kini mengatur posisi mengemudi BR-V lebih luwes buat siapa saja. Hal itu juga dikuatkan pengaturan naik-turun dan maju-mundur pada kemudi.

Pada akhir perjalanan mobil yang saya kendarai menempuh jarak 104 km dengan catatan konsumsi bahan bakar di instrument cluster 8,5 km per liter. Konsumsi itu bisa dibilang wajar pasalnya mengemudi tidak berorientasi pada efisiensi dan juga separuh perjalanan kejar-kejaran konvoi.

Kesimpulan

Di antara model-model low SUV di Indonesia, saya berpendapat BR-V diremehkan padahal bila didalami mobil ini menawarkan berbagai hal yang juga tersedia di model lainnya. Mungkin BR-V kurang dapat perhatian dan HPM juga jadi kehilangan kepercayaan diri karena memang hasil penjualannya pada 2018 di bawah kompetitor.

Pada tahun lalu BR-V hanya laku 9.143 unit (761 unit per bulan), sedangkan wholesales Toyota Rush dan Daihatsu Terios yang sudah beralih ke generasi baru melejit ke angka masing-masing 53.145 unit dan 31.453 unit.

Setelah peluncuran BR-V, HPM menyatakan target penjualan BR-V 2019 hanya 500 unit per bulan atau di bawah hasil tahun lalu. Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM Jonfis Fandy menjelaskan target itu realistis.

Perlu dipahami juga, BR-V yang berbagi platform dengan Mobilio diproduksi lokal di pabrik Honda di Karawang. Saat ini konsentrasi HPM  tertuju pada produksi Brio yang penjualannya lagi di atas rata-rata.

Kompetisi buat BR-V pada tahun ini bakalan semakin berat sebab ada pemain baru merek China, yakni DFSK Glory 560 yang banderolnya jauh lebih murah. Glory 560 dengan berbagai macam fitur serupa pesaingnya dilego termurah, yaitu Rp189 juta hingga Rp239 juta.

BR-V saat ini dijual Rp238 juta - Rp279,5 juta, sedangkan Toyota Rush Rp244,25 juta - Rp265,65 juta dan Daihatsu Terios Rp202,3 juta - Rp256,9 juta. (fea/mik)