Namun peretasan ini tak lebih parah dari peretasan bursa kripto tahun lalu sebesar US$ 950 juta (Rp 13,6 triliun). Pencurian ini dilakukan pada layanan pertukaran cryptocurrency hingga dompet kripto.
Nilai peretasan ini naik hampir 260 persen dari tahun sebelumnya, berdasarkan data penelitian dari perusahaan keamanan cyber yang berbasis di AS, CiptherTrace. Peretasan dari pertukaran kripto di Jepang dan Korea Selatan menyumbang 58 persen dari total pencurian tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam tulisan itu, Binance menyebut dana yang disimpan pengguna tidak akan terpengaruh, sebab perusahaan akan menggunakan aset cadangan mereka yang aman untuk menggantikan dana tersebut dan menutupi kerugian.
Posting Zhao di situs web Binance mengatakan bahwa semua setoran dan penarikan dari bursa akan tetap ditangguhkan sementara perusahaan melakukan tinjauan keamanan menyeluruh, yang, diperkirakan, akan memakan waktu seminggu. (reuters/eks)