Performa Nissan Anjlok, Capaian Terburuk Dalam 10 Tahun

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 14/05/2019 17:53 WIB
Performa Nissan Anjlok, Capaian Terburuk Dalam 10 Tahun Nissan Serena model terbaru. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nissan mengumumkan laba setahun mendekati level terendah dalam satu dasawarsa, setelah keuntungan bersih untuk tahun fiskal hingga Maret 2019 sebesar 319 miliar yen, atau anjlok 57 persen dibandingkan dengan tahun fiskal sebelumnya.

Keuntungan laba Nissan ini tercatat terendah sejak tahun fiskal 2009-2010 ketika perusahaan otomotif asal Jepang itu berjuang dengan krisis keuangan global.

Sementara penjualan Nissan di dunia dalam periode tersebut turun 3,2 persen. Nissan yang 'bersekutu' dengan Renault dan Mitsubishi belum terbukti 'tajam'. Hasilnya performa Nissan justru merosot.


Untuk tahun fiskal 2019, Nissan mengatakan laba bersihnya akan hampir separuh capaian tahun fiskal 2018-2019, atau menjadi 170 miliar yen dengan penjualan diproyeksikan turun hingga 2,4 persen.

"Persaingan yang cukup ketat dan kami ingin mengubahnya," kata Chief Executive Officer Nissan Hiroto Saikawa kepada wartawan dilansir AFP, Selasa (14/5).

Christopher Richter Analis CLSA yang berbasis di Tokyo, Jepang mengatakan performa Nissan yang kurang memuaskan itu salah satu penyebabnya yaitu kasus yang menimpa Carlos Ghosn.

Mantan Chairman Nissan itu telah ditangkap pihak berwenang di Tokyo, pada Senin (19/11) atas tuduhan 'tindakan pelanggaran signifikan'.

"Mereka harus melepaskan Carlos Ghosn, dia keluar dari perusahaan, dia tidak lagi menjadi direktur, mereka harus bergerak lebih dari itu, itu adalah gangguan," kata Richter.

Kasus Ghosn juga berimbas pada mitra aliansinya yaitu Renault dan Mitsubishi yang berupaya membuka lembaran baru seusai pimpinan aliansi Ghosn ditangkap karena pelanggaran keuangan.

Sebelumnya CEO Nissan Hiroto Saikawa mengatakan akan "memperbaiki" hubungan perusahaannya dengan Renault dan Mitsubishi.

"Aliansi ini adalah kekuatan dan aset kami yang sangat besar," ucap Saikawa. (mik)