Instagram Komentari Soal Remaja Malaysia yang Bunuh Diri

eks, CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 12:20 WIB
Instagram Komentari Soal Remaja Malaysia yang Bunuh Diri Ilustrasi (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Instagram memberi tanggapan terkait remaja Malaysia yang melakukan bunuh diri setelah melakukan jajak pendapat di Instagram. Laporan Reuters mengatakan dalam polling yang diunggah pukul 3 sore itu sebanyak 69 persen responden memilih ia harus mati dan 31 persen menyebut ia harus hidup.

"Doa kami menyertai keluarga yang ditinggalkan. Kami memiliki komitmen penuh untuk memastikan setiap pengguna merasa aman saat menggunakan Instagram," tulis Ching Yee Wong, Head of Communications, Instagram APAC dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia, Rabu (16/5).

Berbeda dengan laporan Reuters, Instagram menyebut dalam siaran persnya kalau hasil polling yang dibuat oleh remaja itu menunjukkan 88 persen suara yang masuk memilih agar ia terus hidup dan 12 persen suara memilih agar ia bunuh diri. Namun, Instagram tak memberi keterangan pada pukul berapa hasil poling yang dibagikan ke media ini diambil.


Sebab, jajak pendapat itu dilakukan sejak pukul 15:00 dan remaja itu diketahui telah mengakhiri hidupnya saat ditemukan warga pukul 20:00 waktu setempat dan segera dibawa ke rumah sakit Sarawak Malaysia untuk diadopsi. Reuters pun tak memberi keterangan pada pukul berapa mereka mengamati hasil polling.

Stiker polling di Instagram Stories memungkinkan orang untuk mengajukan pertanyaan dan melihat hasil akhir polling dari teman maupun followers mereka yang telah memberikan pilihan mereka. Ketika seseorang mengikuti polling, mereka akan melihat hasilnya dalam bentuk persentase. Polling ini akan terus tampil di Stories seseorang hingga 24 jam.

Laporkan

Instagram juga menghimbau para pengguna agar menggunakan fitur pelaporan kami dan segera menghubungi pihak otoritas jika mereka melihat sebuah perilaku yang dapat membahayakan orang lain.

"Di Facebook dan Instagram, Anda dapat segera melaporkan postingan yang membuat Anda merasa khawatir dengan keadaan seseorang," tulisnya.

Terkait konten yang mengganggu, Instagram menyebut telah secara otomatis menyaring komentar yang mengganggu, menyaring konten yang mengandung muatan sensitif, dan menambahkan fitur-fitur pencegahan bunuh diri dan kegiatan yang melukai diri sendiri.

Penyaringan ini dilakukan oleh tim yang akan menilai laporan-laporan yang diterima Instagram dan mengutamakan laporan yang serius seperti bunuh diri.

"Kami menyediakan nomor layanan darurat bagi orang yang memiliki pikiran untuk melakukan bunuh diri."

Instagram menyebut mereka telah bekerjasama dengan berbagai organisasi dunia untuk memastikan para pengguna yang memiliki masalah psikologis atau gangguan mental mendapat dukungan.

Di Malaysia, mereka bekerjasama dengan BeFriendersKL untuk layanan konsultasi kesehatan mental ini. Sementara dari daftar yang diberikan Instagram dan dari penelusuran laman BeFriender global, layanan dukungan ini tidak tersedia untuk pengguna di Indonesia.


Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves https://www.instagram.com/saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis (eks/eks)