Langkah yang dilakukan Twitter itu menyusul wabah campak di sebagian negara bagian Amerika semakin memburuk. Melalui laman blog resmi Twitter, Vice President Trust & Safety Twitter Del Harvey mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan Departemen Kesehatan & Layanan Kemanusiaan AS guna menghimpun informasi yang tepat mengenai vaksin.
"Baru-baru ini kami meluncurkan alat terbaru sehingga ketika pengguna tengah mencari kata kunci tertentu yang berkaitan dengan vaksin, sebuah alat kami akan mengarahkan pengguna kepada sumber yang kredibel. Di Amerika Serikat, kami bermitra dengan Departemen Kesehatan & Layanan Kemanusiaan AS dan mengarahkan pengguna ke situs vaccines.gov," tulis Harvey.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Harvey dan tim juga tengah berencana untuk meluncurkan fitur serupa untuk menangani masalah kesehatan masyarakat lainnya dalam beberapa bulan ke depan.
Sebelumnya, baru-baru ini Instagram juga telah mengambil langkah untuk mencegah informasi palsu terkait vaksin dengan cara menyembunyikan hasil pencarian melalui tagar yang secara konsisten menampilkan informasi palsu atau hoaks seperti mencegah orang untuk mendapatkan vaksinasi.
Instagram juga berencana untuk memperkenalkan fitur 'pop-up message' bagi orang yang ingin mencari informasi vaksin dan mereka akan disajikan dengan informasi yang tepat terkait vaksin. (age)