Taktik BMW Imbangi Penjualan Mercedes-Benz di Indonesia

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Sabtu, 18/05/2019 05:40 WIB
Taktik BMW Imbangi Penjualan Mercedes-Benz di Indonesia Logo BMW. (Foto: REUTERS/Mark Blinch)
Jakarta, CNN Indonesia -- BMW Indonesia mengakui masih kalah bersaing dengan rivalnya, Mercedes-Benz Indonesia, dalam merebut hati konsumen di Tanah Air. BMW mengakui selama ini angka penjualan selalu berada di bawah pesaingnya itu.

Vice President of Sales BMW Indonesia Bayu Riyanto mengatakan kekalahan BMW dari tahun ke tahun disebabkan berbagai faktor, salah satunya berasal dari kapasitas produksi yang belum sebesar Mercedes-Benz.

BMW diketahui saat ini memiliki fasilitas produksi unit completely knock down (CKD) yang menumpang di pabrik Gaya Motor, di Sunter, Jakarta Utara. Pabrik tersebut sudah melokalisasi Seri 3, Seri 5, Seri 7, X1, X3, dan X5.


"Sebetulnya dari kapasitas ya, kami tahu kapasitas belum sebesar Mercy. Jadi memang ini sedang growing, kebetulan saya dari Mercy juga jadi tau," kata Bayu di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (17/5).

Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada tahun lalu penjualan ritel BMW berhenti di angka 2.360 unit. Jumlah itu tertinggal dari Mercedes-Benz dengan perolehan 3.859 unit.

Tidak hanya tahun lalu, penjualan BMW juga tertinggal pada 2017 dengan jumlah 2.800 unit, sementara Mercedes-Benz mencapai 3.386 unit.

Bayu mengatakan untuk mengalahkan penjualan Mercedes-Benz bukan perkara mudah. Ia mengatakan membutuhkan berbagai cara, termasuk menambah varian kendaraan hingga strategi pemasaran.

"Memang kami dalam kondisi growing ke atas, growing ke atas itu butuh produk, tipe, dan sales marketing yang segala macam. Makanya kami lagi butuh ke arah sana," kata dia.

Dari sisi produk, Bayu menjelaskan bahwa daftar mobil BMW yang ditawarkan di Indonesia belum selengkap Mercedes-Benz.

Dijelaskan Bayu, misalnya, BMW belum memiliki penantang GLS, yaitu X7 yang dikatakan bakal diluncurkan tahun ini. Menurut dia hingga kini BMW juga tidak memiliki kendaraan untuk merebut konsumen V-Class.

"Tapi kalau dilihat tipe per tipe, nanti kamu bisa lihat X1 compare sama GLA, E-Class itu dengan Seri 5. Tapi kami tidak jauh berbeda. Cuma ada beberapa tipe yang kami tidak punya," ucapnya.

Bayu menambahkan untuk mengimbangi penjualan Mercedes-Benz sebetulnya hanya perlu satu cara jitu, yaitu menawarkan produk lebih murah namun tetap berkualitas.

"Jadi menurut saya kalau mau naik (penjualan) sebenarnya gampang, ya tinggal kami butuh kendaraan yang lebih murah lagi. Tapi komitmen BMW menjaga kualitas kan," kata Bayu. (ryh/fea)