Perusahaan Software Asal Israel Digugat atas Spyware WhatsApp

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 20/05/2019 08:21 WIB
Perusahaan Software Asal Israel Digugat atas Spyware WhatsApp Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pekan lalu, pengguna WhatsApp mulai siaga satu setelah ditemukannya serangan spyware. Dilansir dari Digital Trends, kerentanan spyware tersebut berhasil segera diatasi.

Namun, hingga saat ini belum diketahui berapa banyak orang yang terkena dampak serangan panggilan suara tidak terjawab tersebut. Lebih lanjut, perusahaan Israel yang terkait dengan serangan tersebut berada dalam pengawasan.

Pasalnya, perusahaan tersebut menghadapi gugatan dari LSM Hak Asasi Manusia Amnesty Internasional. Gugatan itu diajukan di Israel dan menuduh bahwa perangkat lunak yang dibuat oleh NSO Group, sebuah perusahaan teknologi intelijen dunia maya, telah digunakan untuk mengawasi staf Amnesty dan para pembela hak asasi manusia lainnya.
Perangkat lunak NSO Group yang dimaksud disebut Pegasus dan dapat digunakan untuk mengendalikan ponsel yang ditargetkan. Software tersebut pun bisa digunakan untuk menyalin data dan bahkan menghidupkan mikrofon untuk mengubah telepon menjadi perangkat yang mendengarkan.


Banyak pelanggan NSO Group adalah pemerintah yang mengatakan mereka ingin perangkat lunak untuk mengawasi teroris dan memerangi kejahatan serius. Tetapi serangan WhatsApp menunjukkan bahwa perangkat lunak tersebut telah dilepaskan pada anggota masyarakat biasa juga.

Pernyataan tertulis dari Amnesty yang diajukan ke pengadilan mengklaim bahwa perangkat lunak Kelompok LSM secara khusus digunakan terhadap para pembela HAM, termasuk upaya serangan terhadap staf di Amnesty.

Tuntutan hukum tersebut menuntut agar lisensi Grup NSO untuk mengekspor perangkat lunak dicabut. Pencabutan ini bukan karena perusahaan mengambil bagian dalam pengawasan, tetapi karena tidak mengambil tindakan yang cukup untuk memastikan perangkat lunaknya tidak digunakan dengan cara yang kasar.
"NSO Group memiliki tanggung jawab untuk menghormati hak asasi manusia," kata pernyataan tertulis.

"Dengan gagal menyelidiki atau menutup mata terhadap bukti pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan menggunakan produknya, dan terus menjual produknya kepada rezim yang dikenal menekan pembela hak asasi manusia, NSO Group tidak memenuhi tanggung jawabnya."

Ini bukan pertama kalinya NSO Group dituduh mengawasi para pembangkang. Investigasi oleh New York Times menemukan bahwa perangkat lunak Pegasus berperan dalam pembunuhan brutal jurnalis Saudi Jamal Khashoggi. (age)