Honda Panggil PCX 150 ke Bengkel untuk Diperbaiki

ryh, CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 18:07 WIB
Honda Panggil PCX 150 ke Bengkel untuk Diperbaiki Honda PCX 150 buatan Indonesia. (Foto: Dok. Astra Honda Motor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Honda Indonesia diketahui telah mengirimkan pesan pada pekan lalu kepada para konsumen PCX 150 agar melakukan perbaikan ke bengkel resmi. Tindakan ini merupakan respons atas keluhan konsumen yang telah menyeruak sampai ke petisi terbuka.

Seperti diketahui sebelumnya, Astra Honda Motor didesak konsumen melakukan recall PCX 150. Desakan itu disampaikan lewat petisi melalui platform change.org pada April 2019 oleh Andreas Priyanto.

Andreas membuat petisi karena skutik bongsor itu dianggap punya 'segudang' masalah, seperti bunyi 'gredek' pada putaran mesin rendah, tarikan gas berat dan kasar di putaran mesin rendah, serta sepeda motor mendadak mati.


Setelah petisi ramai jadi perbincangan, AHM menjelaskan sedang mempelajari keluhan dan mengimbau konsumen yang merasa bermasalah agar membawa PCX 150 ke bengkel resmi untuk pengecekan.

Direktur Pemasaran AHM Thomas Wijaya mengonfirmasi ada pesan berisi ajakan konsumen membawa PCX 150 untuk diperbaiki. Meski begitu dia menyebut bukan AHM yang menyebarkan pesan itu melainkan pihak AHASS. Thomas juga mengatakan pesan itu bukan bagian kampanye recall.

"Jadi kalau ada konsumen yang mengalami keluhan silakan ke datang ke jaringan bengkel resmi," kata Thomas di Jakarta, Senin (20/5).

Tidak Perlu Recall

Thomas bilang investigasi AHM terhadap PCX 150 yang diduga bermasalah sudah usai. Namun Thomas enggan menjelaskan detail isinya.

Menurut Thomas biar seluruh pengguna PCX lokal yang sudah diluncurkan sejak Desember 2017 itu datang ke bengkel usai menerima pesan.

"Jadi kalau ada yang mengeluh silahkan ke bengkel kami," kata dia.

Thomas mengatakan PCX 150 tidak perlu recall, sebab disebut jumlah kasus seperti Andreas sangat kecil. Walau begitu Thomas enggan membeberkan jumlah pastinya.

"Sejauh ini yang benar-benar masih kecil sekali," kata dia.

"Jadi yang kami dapat ini masih kecil sekali. Jadi kaya subjektifitas feeling konsumen. Jadi ini kami lihat keluhan terbatas, tertentu, jadi kalau ada yang mengalami silakan ke jaringan, untuk kami lakukan pengecekan," ucap Thomas menambahkan.

Lebih jauh ia bilang pemanggilan PCX 150 bukan berarti biaya perbaikannya gratis. Menurut Thomas, bila kerusakan karena pemakaian sehari-hari, biayanya akan ditanggung konsumen.

"Ya akan kami cek dulu, analisa dulu," kata Thomas.

Ganti Mangkok CVT Dapat Jaket Gratis

Derry Akbar dari Divisi Sosial Media Honda PCX Club Indonesia (HPCI) menjelaskan kepada CNNIndonesia.com, pada 16 Mei pesan berisi ajakan membawa PCX 150 ke bengkel resmi beredar di grup WhatsApp komunitas. Derry mengatakan pesan itu diduga berasal dari Wahana Motor Sejati (WMS) yang merupakan dealer utama Honda untuk kawasan Jakarta dan Tangerang.

Menurut Derry, komunitas yang mendapat informasi itu lebih dulu. Setelah itu pesan dikirim satu per satu ke konsumen PCX 150.

"Jadi ada recall untuk mangkok CVT, ada pemberitahuan untuk komunitas, perbaikannya gratis. Yang sudah ganti dikasih jaket," ucap Derry.

HPCI merupakan komunitas yang menaungi semua model PCX, mulai dari PCX 125, PCX 150 impor Thailand, hingga PCX 150 produksi lokal. Derry menjelaskan saat ini anggota HPCI diperkirakan lebih dari 3.000 orang.

Derry, pemilik PCX 150 lokal, mengaku tidak memenuhi panggilan dari dealer itu sebab dikatakan dia dan teman satu komunitas yang lain sudah menemukan solusi buat masalah 'gredek' PCX 150. Kata Derry, masalah itu sudah ada sejak 2010 saat PCX 125 digunakan konsumen di dalam negeri.

"Itu penyakit lama, cuma kalau di komunitas ada mekanik yang sudah mengeksplor akhirnya kami bisa modifikasi. Mesin tetap standar, tetapi mangkok akhirnya dibolongin, itu ada hitung-hitungannya," ucap Derry.

Menurut Derry PCX 150 standar bawaan pabrikan punya penyakit gredek kategori 'parah' sebab dikatakan getarannya cukup terasa. Sebelum ada pemanggilan dari pihak dealer, dikatakan bila PCX 150 dibawa ke bengkel resmi maka diberikan solusi pembersihan area CVT.

Pembersihan itu disebut bisa mengurangi gredek, namun dalam 2 - 3 pekan masalah kembali datang.

"Teman-teman sudah ada yang ganti (setelah pemanggilan), ada yang bilang lebih enak, lebih bersih. Cuma ini kan belum ada yang sampai pemakaian 2.000 km, mungkin sebulan lagi baru ada komentar," kata Derry.

CNNIndonesia.com sudah mengonfirmasi kepada WMS terkait pesan ini, namun pihak yang dihubungi mengatakan WMS tidak pernah menyebarkan pesan berisi ajakan konsumen membawa PCX 150 ke bengkel resmi. (fea/fea)