Sistem operasi ini siap digunakan di China pada musim gugur tahun ini. Namun, sumber CNBC tersebut menekankan penggunaan sistem operasi milik sendiri terjadi jika perusahaan sepenuhnya berhenti menggunakan software Google dan Microsoft.
Huawei mengatakan pihaknya telah menyiapkan sistem operasi sendiri sejak dulu. Sistem operasi ini disiapkan sebagai antisipasi jika perusahaan diblokir secara permanen dari Google dan Microsoft.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi jika kami tidak dapat menggunakannya, Huawei akan menyiapkan rencana B untuk menggunakan OS kami sendiri," ujar Yu kepada CNBC, pada Kamis (23/5).
"Kami tidak ingin melakukan ini, tetapi kami akan terpaksa melakukannya karena pemerintah AS. Saya pikir hal semacam ini tidak hanya akan menjadi berita buruk bagi kami, tetapi juga berita buruk bagi perusahaan AS karena kami mendukung bisnis AS, jadi kami akan dipaksa untuk melakukan ini sendiri," kata Yu.
"Kami tidak ingin melakukan ini tetapi kami tidak memiliki solusi lain, tidak ada pilihan lain."
Raksasa teknologi asal China ini ditempatkan dalam urutan teratas daftar hitam Amerika Serikat. Pemerintah AS mengharuskan perusahaan asal negaranya mendapatkan izin dari pemerintah sebelum menjual apapun kepada Huawei.
Larangan ini membuat Huawei tak mendapatkan lisensi versi sistem operasi Google Android yang lengkap dengan semua layanan perusahaan AS.
Namun, saat ini pemerintah AS memberikan penangguhan hukuman sementara 90 hari untuk Huawei. Penangguhan ini memungkinkan perusahaan untuk terus menggunakan teknologi AS untuk sementara waktu. (age)