Desain Chipset Anyar ARM Janjikan AI 60 Persen Lebih Cepat

eks, CNN Indonesia | Senin, 27/05/2019 16:40 WIB
Desain Chipset Anyar ARM Janjikan AI 60 Persen Lebih Cepat Ilustrasi (community.arm.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan perancang cip, ARM, mengumumkan dua arsitektur anyar untuk chipset besutannya, cip CPU Cortex A77 dan GPU Mali-G77 pada gelaran Computex 2019. Dua arsitektur anyar ini menjanjikan peningkatan kemampuan machine learning sebesar 60 persen.

Peningkatan ini didorong oleh arsitektur baru cip grafis Mali-G77 yang 40 persen lebih cepat dari grafis sebelumnya, G76. Dengan peningkatan ini kecepatan pemrosesan grafis chipset ini bisa membuat ponsel pengguna bisa memproses computer vision optimasi perangkat, dan tugas lainnya dengan lebih mudah.

Computer vision sendiri adalah kemampuan untuk mengenali data suatu objek berdasarkan data gambar atau video. Misal mengenali foto kucing sebagai hewan bernama kucing. Chipset ini juga disebut 30 persen lebih hemat baterai dan 40 persen lebih hemat bandwidth.


Sementara untuk CPU Cortex A-77 masih menggunakan desain arsitektur 7 nanometer yang digunakan oleh A-76. Meski masih menggunakan arsitektur serupa, namun single-core perangkat ini diklaim 20 persen lebih cepat menjalankan instruksi per-cycle (IPC), meski sama-sama menggunakan CPU dengan kecepatan 3GHz dengan arsitektur 7nm.

Penambahan kecepatan ini juga menyumbang pada kecepatan belajar dari mesin ini. Performa machine learning menggunakan prosesor ini dijanjikan bakal meningkat 35 kali dari Cortex A55.

A77 kompatibel dengan Armv8.2 yang mampu menjalankan kode aplikasi 32-bit dan 64-bit, dengan instruksi 64KB L1 dan cache data, cache L2 256 atau 512KB L2, dan cache L3 cache hingga 4MB.

CPU ini bisa digabung hingga empat inti dan digabung dengan Cortex-A55 untuk membuat pengaturan arsitektur big.LITTLE A55. A55 akan melakukan tugas-tugas ringan, sementara A77 akan menjalankan pekerjaan yang lebih berat.

Namun, beredarnya produk ini dipasaran masih tergantung pada kapan pemanufaktur cip seperti Qualcomm dan Samsung akan mengimplementasikan teknologi ini di chipset mereka. Diperkirakan perangkat yang menggunakan chipset ini baru akan muncul dipasaran tahun depan, seperti dilaporkan The Register.

Selain itu, jangan terkejut jika hasil performa yang dihasilkan tiap cip bakal berbeda. Apalagi jika sudah diimplementasikan pada beda perangkat, seperti dikutip Engadget. (eks/eks)


BACA JUGA