CEO Digital Forensic Indonesia Ruby Alamsyah mengatakan dirinya menemukan 7,5 miliar data pribadi telah dijual di dark web dan deep web.
"7,5 miliar data pengguna di seluruh dunia telah bocor. Instansi kami telah memegang 5,5 miliar data untuk kepentingan riset. Dan ratusan juta yang telah teridentifikasi merupakan milik Indonesia," kata Ruby saat diskusi Perlindungan Data Pribadi (PDP) di kantor Badan Siber Sandi Negara, Jakarta Selatan, Senin (27/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu data-data apa saja yang kita memberikan laporan kepada instansi pemerintah maupun pihak-pihak yang bocor itu agar mereka ke depannya bisa lebih baik lagi," kata Ruby.
Lihat juga:BSSN Janji Segera Serahkan UU Keamanan Siber |
"Datanya ada yang sejak tahun 2017, ada yang sejak 2004. Isinya macam-macam, mulai dari nama, alamat, tempat dan tanggal lahir, email, nomor ponsel, password yang dienkripsi, hingga alamat IP," kata Ruby.
Ruby mengatakan salah satu kebocoran data dialami oleh salah satu e-commerce berstatus unicorn di Indonesia. Ia mengatakan ada belasan juga data yang bocor akibat e-commerce ini.
"Yang miris adalah data e-commerce Indonesia ada yang bocor. Dan itu sudah berstatus Unicorn," ujar Ruby. (jnp/age)