Tren Jualan Motor Honda di Jakarta, Landai Setiap Ramadan

fea, CNN Indonesia | Rabu, 29/05/2019 18:21 WIB
Tren Jualan Motor Honda di Jakarta, Landai Setiap Ramadan Suasana stan Honda di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemahaman pada umumnya, Lebaran yang didahului Tunjangan Hari Raya (THR) merangsang konsumsi masyarakat termasuk pada produk otomotif. Namun dua faktor itu tampaknya tidak terlalu berlaku bagi penjualan motor Honda di Jakarta dan Tangerang.

Penjualan sepeda motor Honda di Jakarta selalu menunjukkan tren menurun dari tahun ke tahun setiap bulan Ramadan. Dealer utama Honda di Jakarta dan Tangerang, Wahana Makmur Sejati (WMS), menjelaskan, justru setelah Lebaran peningkatan baru kelihatan.

"Di wilayah kami terbalik dengan daerah. Kalau di kami, pasar itu naiknya setelah Lebaran. Kalau mau Lebaran, cenderung tidak terlalu bagus. Setiap tahun begitu, ya kan mungkin orang ngumpulin duit buat mudik," kata Edi Setiawan, Chief Marketing Officer WMS di Jakarta, Senin (27/5).


Penurunan biasanya terjadi, namun polanya tidak sama setiap Ramadan. Pada tahun ini kejadiannya unik, sebab pada Ramadan yang terjadi pada Mei penjualan motor Honda dikatakan Edi malah naik dibanding April.

Hal itu bisa kejadian karena pada April, begitu pula Maret, Februari, dan Januari WMS mengalami penurunan penjualan dari biasanya. Disebut Edi ada tiga faktor yang mempengaruhi penurunan itu, yakni situasi politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, kenaikan Bea Balik Nama (BBN), dan kebijakan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal pembayaran cicilan kendaraan.

"Jadi tahun ini, karena awal tahunnya tadi pasar sudah bermasalah, malah naik kalau dibanding bulan-bulan sebelumnya. Tapi secara siklus seharusnya turun bulan ini (Mei)," jelas Edi.

Berdasarkan keterangan WMS, perusahaan telah menjual 120 ribu unit motor Honda sepanjang Januari - April 2019. Angka itu di bawah target yang sudah ditetapkan, yakni 140 ribu unit.

Pada Ramadan Edi menyebut penurunan penjualan perusahaan bisa mencapai 10 - 15 persen. Setelah Ramadan selesai penjualan bisa melonjak hingga 20 persen. Dia mengatakan secara umum penjualan pada semester dua lebih tinggi dari pertama. (fea)