Servis Renault 'Halal' di Bengkel Mitsubishi

ray, CNN Indonesia | Sabtu, 01/06/2019 03:38 WIB
Servis Renault 'Halal' di Bengkel Mitsubishi Ilustrasi. (Foto: Dok. Mitsubishi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mobil-mobil Renault dipastikan bisa melakukan servis di empat bengkel resmi Mitsubishi di Indonesia meski tidak menyeluruh. Keleluasaan pemilik Renault dalam menservis mobilnya sebab sejumlah dealer Mitsubishi dimiliki Nusantara Maxindo Grup dan ada dorongan perusahaan aliansi strategis antara Renault dan Mitsubishi di dunia.

Di Indonesia, Nusantara Maxindo Grup memiliki keagenan sejumlah merek mobil, termasuk Ford, Jeep, Porsche, Mazda, Mitsubishi dan Renault.

Direktur After Sales Maxindo Renault Indonesia Sabung Priyadi mengatakan empat dealer yang bisa dimanfaatkan konsumen Renault antaranya berada di Medan, Pekanbaru, Bekasi, dan Cinere. Area tersebut yang dipilih sebab di sana terdata paling banyak pengguna Renault.


"Itu saat ini (dealer) mereka menjadi Renault service point. Jadi bisa servis dan menjadi bengkel siaga (selama musim mudik)," kata Sabung ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (29/5).

Menurut Sabung untuk menjalankan strategi tersebut tidaklah mudah. Sejumlah pihak terlibat harus bernegosiasi hingga ke tingkat Asia-Pasifik.

COO Maxindo Renault Indonesia Davy J Tuilan menjelaskan sebelum empat dealer Mitsubishi bebas melayani konsumen Renault, pihak Renault Asia Pasifik sudah bertemu dengan pihak Mitsubishi Asia Pasifik membahas strategi tersebut.

Dalam kesepakatan itu, menurut Davy empat dealer Mitsubishi diperbolehkan menjadi titik servis dan penyediaan suku cadang mobil-mobil Renault.

"Tapi diskusinya sampai ke level Asia Pasifik. Jadi mereka bertemu, ngomong, dan baru setelahnya sampai ke bawah. Ya walau cuma buat empat bengkel ini. Beginilah bisnis," ucap Davy.

Kata Davy, negosiasi tersebut juga membuahkan kesepakatan akan saling menguntungkan, yakni seluruh pembiayaan dari pengerjaan mobil Renault, masuk ke kantong Mitsubishi Indonesia, sementara Renault memiliki dealer 'bayangan'.

"Kami sekarang memang agresif membangun jaringan, tapi ya tidak bisa sim salabim. Februari 2019 udah tiga, Mei lima, sampai akhir tahun target punya 16-19 outlet. Makanya kami butuh (bantuan aliansi)," ucap dia.

Davy mengatakan tidak menutup kemungkinan dealer Mitsubishi yang lain bakal disertakan untuk membantu Renault. Menurutnya itu tergantung dari hasil evaluasi setelah tahap awal sukses diterapkan.

"Jadi so far, kerja sama kami akan review setiap tahun. Kalau penambahan akan ada, tapi saat ini belom spesifik. Tapi penambahan akan ada," pungkas Davy.

Seperti diketahui, selain bersama Mitsubishi, Renault juga berkongsi dengan Nissan. Di Indonesia Nissan sudah lebih dahulu memanfaatkan Mitsubishi melalui penggunaan platform Xpander sebagai basis Livina baru. Selain itu Nissan juga sudah memanfaatkan pabrik Mitsubishi untuk merakit Livina.

Kendati begitu, Davy menyebut bahwa pihaknya tidak akan menyertakan Nissan demi memuluskan bisnis Renault di Indonesia. Ia menyebut perusahaan belum pernah menjajaki kerja sama dengan Nissan meski untuk kebutuhan 'meminjam' dealer.

"Jadi kami terus terang tidak jajaki ke arah sana (kerja sama dengan Nissan)," tutup Davy. (ryh/mik)