Jumlah Pemudik Naik Motor Meroket 127 Persen

fea, CNN Indonesia | Senin, 10/06/2019 15:54 WIB
Jumlah Pemudik Naik Motor Meroket 127 Persen Arus balik pemudik roda dua mulai terlihat ramai di jalan Pangkalan Jati, Kalimalang. Jakarta. Selasa, 19 Juni 2018. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap pada musim mudik tahun ini, jumlah pesepeda motor terekam meningkat tajam dipantau dari titik Balonggandu yang merupakan bagian dari jalur non-tol, Pantura.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi berdasarkan keterangan resminya, pada 29 Mei (H-7) motor yang melintas sejumlah 96.627 unit atau melonjak 127 persen dibanding rekaman pada 2018 sebanyak 42.556 unit.

Peningkatan signifikan juga terpantau pada 30 Mei (H-6), yaitu naik 138 persen menjadi 83.128 unit dari 34.838 unit.


Peningkatan mudik menggunakan motor berhubungan dengan melandainya penumpang bus. Budi mengatakan contohnya, secara umum terjadi peningkatan penumpang bus pada H-10 hingga H-4 namun hal itu dipahami sebagian karena program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah dan pihak swasta.

"Memang ada korelasi yang signifikan antara mudik gratis dengan penggunaan bus, karena di luar mudik gratis itu terjadi penurunan (pengguna bus) tapi dengan kendaraan pribadi mengalami peningkatan. Sepeda motor secara umum ada peningkatan yang cukup tinggi dibanding tahun 2018, saya kira karena banyak masyarakat yang sudah menguasai penggunaan motor namun kita harapkan tidak dipakai selama mudik. Tapi walaupun pengguna sepeda motor cukup banyak, angka kecelakaan tidak begitu tinggi," ucap Budi.

Budi menjelaskan angka kecelakaan yang diketahui sejauh ini menurun hingga 88 persen.

"Seputar data kecelakaan dibandingkan data tahun 2018 di hari yang sama, menurun sangat tajam sekali. Di 2018 bisa sampai dengan 1.911 kecelakaan dengan korban meninggal dunia 691 orang. Tapi selama 2019 ini yang tercatat di posko kami kecelakaan sejumlah 220 kasus dengan korban meninggal dunia 90 orang," katanya.

Walau pengguna motor meningkat, Budi tetap merekomendasikan kendaraan roda dua tidak digunakan selama mudik. Menurut Budi, motor merupakan moda transportasi paling berbahaya dan rawan kecelakaan.

"Jadi diharapkan masyarakat tidak ada lagi yang memaksakan diri naik motor untuk mudik," ujar Budi. (fea/mik)