Jaringan 5G China Disebut Terbuka buat Asing

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 07/06/2019 16:16 WIB
Jaringan 5G China Disebut Terbuka buat Asing Ilustrasi jaringan 5G. (Foto: AFP PHOTO / Pau Barrena)
Jakarta, CNN Indonesia -- China yang lagi berusaha menjadi pemimpin global pengembangan jaringan 5G membuka diri pada pihak asing yang mau turut berperan. Strategi ini baru dilakukan setelah Amerika Serikat (AS) menekan perusahaan pengembang besar 5G asal China, Huawei.

Pada Kamis (6/6), China memutuskan memberikan lisensi komersial pada empat perusahaan provider domestik, yaitu China Telecom, China Mobile, China Unicom, dan China Broadcasting Network Corporation. Keempat perusahaan yang dimiliki pemerintah China itu diberikan izin mengoperasikan 5G untuk koneksi seluler.

"Setelah penerbitan lisensi 5G, kami akan terus menyambut perusahaan asing untuk berpartisipasi pada pasar 5G China, dan berbagi pencapaian pembangunan 5G China," ucap Miao Wei, Menteri Teknologi Informasi China, melalui media sosial seperti Twitter, Weibo.


Jaringan 5G merupakan generasi terbaru saluran koneksi seluler dengan kecepatan transfer data yang mendukung penuh sistem kendaraan otonomos, diagnosa medis jarak jauh, dan pembayaran di mana saja.

Huawei dalam Weibo merespons keputusan pemerintah China memberikan izin komersial pada empat perusahaan lokal.

"(Kami) percaya bahwa sebentar lagi, 5G China akan memimpin dunia," tulis Huawei.

Produsen ponsel asal China lainnya, Vivo, menyatakan produk 5G mereka siap buat diuji pemakaiannya dan siap dijual ke publik bila usai.

Pada Mei lalu Presiden AS Donald Trump melarang perusahaan lokal menjual komponen berteknologi tinggi ke Huawei atas alasan keamanan negara. Setelah itu China mengumumkan bakal membuat daftar 'blacklist' perusahaan asing versinya sendiri.

Instruksi Trump sudah ditanggapi Google, pemilik sistem operasi Android yang digunakan pada banyak ponsel di dunia termasuk Huawei.

Pada Rabu (5/6), Huawei sudah mengantisipasi hal itu dengan membuat perjanjian dengan perusahaan telekomunikasi asal Rusia, MTS, untuk mengembangkan 5G di sana pada tahun depan. (fea)