Pasar Mobil di China Kembali Anjlok Imbas Perang Impor

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 10:40 WIB
Pasar Mobil di China Kembali Anjlok Imbas Perang Impor Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/alexsl)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasar mobil di China pada Mei anjlok 16,4 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Kinerja penjualan kendaraan di negeri tirai bambu terus mengalami penurunan selama 11 bulan terakhir diikuti penurunan 14,6 persen pada April dan 5,2 persen pada Maret.

Tren negatif penjualan mobil China dilaporkan imbas dari melambatnya pertumbuhan global dan perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS).

Asisten Sekretaris China Association of Automobile Manufacturers (CAAM)/Asosiasi Produsen Otomotif China, Xu Haidong menyampaikan penurunan pasar otomotif juga disebabkan aturan standar emisi kendaraan "China VI" yang lebih awal dari target pemerintah yaitu pada 2020, yang memicu ketidakpastian di kalangan pelaku industri otomotif.


Pemerintah China mewajibkan seluruh jenis kendaraan ringan (light vehicles/LV) untuk memenuhi standar emisi "China VI" pada 2020 sebagai bagian dari upaya mengurangi polusi akibat kendaraan bermotor.

Dilansir Reuters, Rabu (12/6) kondisi itu menimbulkan masalah bahwa pemasok komponen 'kewalahan' mengikuti perubahan industri otomotif yang dinilai begitu cepat.

"Waktu yang kami berikan kepada para pemanufaktur terlalu sedikit untuk bersiap-siap," kata Haidong.

Penjualan otomotif di China mengalami 'kontraksi' untuk pertama kalinya pada tahun lalu sejak 1990-an akibat ekonomi yang melambat dan tarif impor yang terlalu tinggi antara China dan AS. Seperti diketahui Washington mulai memberlakukan kenaikan tarif menjadi 25 persen terhadap impor China.

Kondisi ini dinilai memengaruhi sentimen konsumen terhadap sejumlah merek otomotif.

Asosiasi otomotif China berharap pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan-kebijakan positif yang bisa menstimulasi penjualan otomotif di paruh kedua tahun ini.

Berbanding terbalik dengan itu, penjualan kendaraan NEV (new energy vehicles/kendaraan energi baru) justru melonjak hampir 62 persen pada tahun lalu di saat pasar otomotif China mengalami penyusutan, sedangkan penjualannya pada April tercatat tumbuh 18,1 persen.

NEV meliputi kendaraan hibrida dengan mesin bensin dan motor listrik, plug-in hybrid, kendaraan murni listrik dan kendaraan listrik fuel cell atau berbahan bakar hidrogen. (mik)