Adobe mengatakan langkah itu dilakukan akibat seruan yang menentang pemotretan model yang terlalu berlebihan serta manipulasi foto yang kian marak. Alat ini bisa mendeteksi foto yang diedit menggunakan fitur Face Aware Liquify di Photoshop. Para peneliti mengembangkan pengenalan gambar yang telah diedit ini menggunakan Convolutional Neural Network (CNN).
"Peneliti Adobe Richard Zhang dan Oliver Wang bersama dengan peneliti Universitas Berkeley Sheng Yu Wang dan kawan-kawan tengah mengembangkan metode untuk mendeteksi pengeditan pada gambar yang dibuat," tulis tim komunikasi Adobe melalui laman resmi Adobe.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Cara Mudah Buat Stiker WhatsApp |
Peneliti Adobe sebelumnya sempat mengembangkan alat yang berfokus pada deteksi manipulasi gambar menggunakan metode kloning. Bedanya, deteksi pengeditan gambar kaoli ini berfokus pada penyesuaian ekspresi wajah yang bisa dimanipulasi lewat Face Aware Liquify Photoshop.
CNN mesti melewati serangkaian pembelajaran deep learning untuk membuatnya bisa mengenali perubahan wajah pada foto manipulasi. CNN juga dilatih dengan melakukan input gambar yang sudah diubah dengan Face Aware Liquigy pada ribuan gambar yang beredar di internet.
"Kami mulai dengan menunjukkan gambar asli serta gambar yang sudah diedit, agar memberikan kesan bahwa ada salah satu gambar yang telah diubah dan supaya pendekatan ini bermanfaat," kata Peneliti Adobe, Oliver Wang.
Alat ini juga dapat mengidentifikasi area yang spesifik misal mendeteksi pembengkokan pada wajah. Saat dilakukan percobaan, Face Aware Liquify Photoshop dapat mengembalikan gambar yang telah diubah ke tampilan yang belum diubah. (din/eks)