Setiap hari keduanya mengambil orderan seraya tetap menjalankan tugas dan kewajiban masing-masing di dalam rumah tangga.
"Setiap pagi saya akan mulai bekerja dan mengambil order-an, sementara itu Yeni akan mengantarkan anak-anak ke sekolah dulu," ujar Fahrul melalui keterangan resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enaknya gabung sama Grab ya salah satunya kami bisa mengatur jam kerja kami sendiri dan menyesuaikannya dengan aktivitas kami yang lain," tandasnya.
Desakan kebutuhan rumah tangga yang meningkat kemudian mendorong sang istri, Yeni bergabung dalam komunitas ojek online Keluarga Besar Grab Pontianak (KBGP) yang berdiri pada 2018.
"Alhamdulilah, penghasilan kami sebagai mitra pengemudi Grab tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan keluarga kami, tetapi juga bisa membantu kami berbagi rezeki dengan masyarakat," ucap Fahrul.
Fahrul mengatakan rata-rata sopir Grabbike menyumbang Rp10 ribu hingga Rp50 ribu per orang untuk program 'Jumat Berkah'. Semua dana yang terkumpul digunakan untuk donasi disalurkan berupa uang dan barang kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Komunitas kami sering mengadakan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, seperti berkunjung ke panti asuhan, ikut dalam kegiatan donor darah di rumah sakit, dan masih banyak lagi," terang Yeni. (bil/evn)