Pasalnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan peredaran hoaks belum besar seperti yang terjadi saat kerusuhan 21 Mei dan 22 Mei.
"Saat ini tidak ada alasan bagi kami. Kami lihat dari kuantitas, baik dari jumlah hoaks, kualitasnya, maupun jumlah kanal penyebarannya," kata Rudiantara saat ditemui pada Rapat Kerja Dengan Komisi I DPR RI, Selasa (18/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang dipakai penyebarannya itu ada 600 sampai 700 URL, dimatikan, ada lagi 600 lagi. Ditutup, muncul lagi saat itu. Makanya dibatasi akses media sosial," ujar Rudiantara.
Rudiantara mengatakan saat ini hoaks sudah menurun ke angka 300 dan 200. Ia juga mengatakan hoaks saat ini tidak bersifat menghasut atau memprovokasi seperti yang terjadi saat 21 dan 22 Mei.
"Sekarang sudah turun 300-200 rata-rata 100 sekarang kanalnya (URL) . Hoaksnya pun tidak ada sengaja hoaks untuk menghasut. Ini harus kita jaga," kata Rudiantara. (jnp/eks)