Dua Orangutan Sumatera Dilepasliarkan ke Cagar Alam Jantho

CNN Indonesia | Rabu, 19/06/2019 15:35 WIB
Dua Orangutan Sumatera Dilepasliarkan ke Cagar Alam Jantho Dua ekor orangutan Sumatera betina dilepasliarkan di Aceh. (Foto: CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua ekor orangutan Sumatera berjenis kelamin betina dilepasliarkan ke cagar alam Jantho, Aceh pada Selasa (18/6). Kedua orangutan diselamatkan setelah menjadi hewan peliharaan oleh penduduk di salah satu desa di Aceh.

Sebelum dilepasliarkan, Elaine yang berusia lima tahun dan Reipok Rere yang berusia empat tahun menjalani proses karantina untuk upaya rehabilitasi. Setelah dinyatakan lulus dari 'sekolah hutan' keduanya kemudian dilepasliarkan ke cagar alam Jantho, Aceh.

Elaine merupakan jenis orangutan dengan rambut berwarna cokelat kayu manis jenis orangutan Sumatera yang terancam punah.


Mengutip AFP, kedua orangutan ini akan menjadi penghuni cagar alam Jantho bersama hampir 120 orangutan lainnya yang dibebaskan dari penahanan di situs konservasi, kata badan konservasi sumber daya alam Aceh.

Data yang dirilis WWF mencatat saat ini populasi orangutan Sumatera sebanyak 14.600 individu. Ada 13 kantong populasi orangutan di Pulau Sumatera dengan perkiraan hanya tiga kantong populasi yang memiliki sekitar 500 individu dan tujuh kantong populasi lebih dari 250 individu.

Enam dari tujuh populasi orangutan diperkirakan akan kehilangan 10-15 persen habitat mereka akibat penebangan hutan sehingga berpengaruh pada jumlah populasi yang menurun cepat.

Menurut IUCN, selama 75 tahun terakhir, populasi orangutan Sumatera telah mengalami penurunan sebanyak 80 persen. Dalam IUCN Red List (United for life and livelihoods) mengkategorikan orangutan Sumatera sebagai Kritis (Critically Endangered).

Orangutan Sumatera secara fisik memiliki ciri-ciri kantung pipi panjang untuk orangutan jantan. Panjang tubuh sekitar 1,25 hingga 1,5 meter.

Orangutan betina dewasa memiliki bobot sekitar 30-50 kilogram, sementara jantan sekitar 50-90 kilogram. Orangutan Sumatera memiliki rambut berwarna coklat kemerahan yang menghuni hutan hujan tropis daratan rendah dan hutan rawa gambut.

[Gambas:Video CNN] (AFP/evn)