Rencana Apple Pindahkan 30 Persen Produksi ke Asia Tenggara

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 18:13 WIB
Rencana Apple Pindahkan 30 Persen Produksi ke Asia Tenggara Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Issei Kato)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apple dikabarkan meminta pemasok utamanya mempelajari implikasi bisnis apabila memindahkan 15 hingga 30 persen kapasitas produk dari China ke Asia Tenggara.

Laporan Nikkei Asian Review seperti dilansir Reuters mencatat negara-negara yang dipertimbangkan menjadi 'destinasi' produksi iPhone yakni Meksiko, India, Vietnam, Indonesia, dan Malaysia.

Diantara kelima negara tersebut, sumber yang enggan diidentifikasi menyebut India dan Vietnam berpeluang besar untuk menjadi tempat memproduksi ponsel.


Apple disebut sudah meminta para mitra pemanufaktur untuk melakukan evaluasi opsi produksi di luar China. Sejumlah mitra pembuat iPhone yakni Foxconn, Pegatron Corp, Wistron Corp, perakit MacBook Quanta Computer Inc, pembuat iPad Compal Electronics Inc, dan pembuat AirPods Inventec Crp, Luxshare-ICT dan Geortek.

Foxconn dikabarkan sudah menyiapkan kapasitas produksi iPhone di luar China untuk memenuhi permintaan pasar AS.

Langkah yang ditempuh Apple merupakan imbas dari sengketa perang dagang antara AS dan China. Lembaga pemeringkat raing Fitch memperkirakan Apple, Dell, dan HP berpotensi besar masuk dalam daftar hitam perusahaan versi pemerintah China. Hal ini diprediksi setelah AS memasukkan Huawei dalam daftar hitam perusahaan yang dilarang beroperasi di sana.

Lembaga analis Wedbush Securitis mengungkap skenario terbaik Apple kemungkinan memindahkan lima hingga tujuh persen produksi iPhone ke India dalam kurun 12-18 bulan.

Rumitnya proses produksi dan logistik diprediksi membuat para mitra pemanufaktur butuh waktu dua hingga tahun untuk memindahkan lini produksi iPhone dari China ke sejumlah negara.

Awal Juni lalu Trump melakukan pertemuan dengan CEO Tim Cook untuk membahasa isu perdagangan dan isu penting lain yang dihadapi perusahaan teknologi. Dalam diskusi tersebut Trump batal menaikkan tarif impor produk asal China. (Reuters/evn)