"Akhir-akhir ini tampaknya industri ini menjadi lebih dikenal karena inovasi yang kurang mulia - keyakinan bahwa Anda dapat mengklaim kredit tanpa menerima tanggung jawab," kata Cook disela pidatonya di Stanford University.
Kekacauan yang dimaksud Cook adalah pembobolan data, pelanggaran privasi, bahkan mereferensi startup pengecekan darah Theranos dalam sebuah pernyataan. Theranos terkenal atas kasus penipuan dan kecurangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Facebook selama beberapa tahun terakhir menjadi sorotan publik setelah ditimpa berbagai skandal. Ditambah langkah perusahaan yang dianggap lamban menangani permasalahan dan ketidak mampuan melindungi data pengguna serta menahan laju konten palsu di layanannya.
Google dan YouTube juga mendapat kecaman karena penyebaran konten beracun di platformnya. Baru-baru ini, perusahaan menghadapi kritik atas keputusannya untuk tidak mengambil tindakan terhadap YouTuber Steven Crowder setelah dia membuat komentar homofobik dan rasis.
Tahun lalu, The New York Times dan The Guardian melaporkan bahwa perusahaan analisis data yang terkait dengan kampanye Presiden Trump telah mengambil data dari 50 juta profil Facebook.
Secara terpisah, Facebook mengakui bahwa mereka secara tidak sengaja mengunggah 1,5 juta kontak surel pengguna sejak Mei 2016 tanpa sepengetahuan pemilik. CEO Facebook Mark Zuckerberg pada awalnya malah meremehkan kekhawatiran atas dampak penyebaran informasi yang salah melalui jejaring sosial dalam pemilihan presiden 2016