Soal 5G, Telkomsel Belum Terpengaruh Perang Dagang AS-China

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 16:55 WIB
Soal 5G, Telkomsel Belum Terpengaruh Perang Dagang AS-China Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/HO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Telkomsel mengatakan perang dagang antara Amerika Serikat dan China tidak memengaruhi kebijakan untuk menentukan mitra vendor jaringan 5G di Indonesia.

Media Relation Manager Telkomsel Singue Kalitmaka mengatakan hingga saat ini pemerintah juga belum mengambil sikap dari perang dagang antara Amerika dan China. 

Perang dagang ini memasukkan Huawei Technologies Co Ltd ke dalam daftar hitam yang secara efektif melarang perusahaan-perusahaan AS untuk melakukan bisnis dengan perusahaan China, pembuat peralatan telekomunikasi terbesar di dunia itu.


"Saat ini belum ada pengaruhnya, pemerintah juga belum melarang penggunaan penyedia teknologi vendor-vendor tertentu. Intinya kami ikut saja dengan pemerintah. Kami bisnis seperti biasa," kata Singue usai konferensi pers dengan wartawan di daerah Gunawarman, Jakarta Selatan, Kamis (20/6).

Singue menjelaskan pihaknya akan terus menggunakan vendor penyedia teknologi 5G selama vendor tersebut memenuhi regulasi, standarisasi, dan kebutuhan Telkomsel.

"Jadi selama regulasi dari pemerintah memperbolehkan itu untuk untuk beroperasi di sini, ya kami bisa saja pakai," kata Singue.

Di sisi lain, Singue berharap agar pemerintah bisa segera mengeluarkan regulasi standardisasi 5G. Standardisasi mencakup spesifikasi perangkat, dan alokasi penggunaan spektrum. 

"Sekarang semua operator ya menunggu itu (standardisasi), mana yang mau dipakai itu jadi standar kami yang akan dilempar ke vendor untuk memenuhi standar ini," kata Singue. 

Singue juga menjelaskan saat ini di Indonesia, penerapan 5G lebih masuk akal digunakan untuk perusahaan dari pada perorangan. Pasalnya bagi Singue, teknologi 5G sangat dibutuhkan oleh perusahaan menjelang era industri 4.0. 

"Lebih cocok di industri. IoT akan dipakai,mereka lebih butuh teknologinya. Lattency yang sekian lebih kecil.Maka mereka lebih butuh dibandingkan penggunaan perorangan," kata Singue.

[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)