"Peningkatan metana--yang tiba-tiba naik dan kembali turun-- menunjukkan pasti ada sumber yang relatif lokal," jelas Sushil Atreya of the University of Michigan, Ann Arbor, dan tim rover Curiosity. "Ada banyak kemungkinan sumber, biologis ataupun non-biologis, seperti interaksi air dan batuan."
Dengan ditemukannya metana ini, maka diperkirakan ada air yang mengalir dibawah permukaan Mars dan menguap menjadi metana setelah bersenyawa dengan mikroba dan batuan. Jumlah metana sekitar 21 bagian per miliar unit berdasarkan satuan volume (ppbv).
Perkiraan adanya sumber air di bawah tanah Mars yang bersenyawa dengan mikroba dan batuan dan menguap dalam bentuk metana (dok. NASA) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim Curiosity sendiri telah mendeteksi metana berulang kali selama misi berlangsung. Penelitian sebelumnya telah mendokumentasikan bagaimana tingkat gas metana tampak naik dan turun secara musiman.
Lihat juga:Persiapan Misi ke Bulan NASA 50 Tahun Lalu |
Pada penelitian sebelumnya, tidak hanya metana yang ditemukan. Para peneliti juga mendeteksi berbagai bahan kimia organik di Mars yakni material bubuk yang berasal dari batu dan diberi nama Cumberland.
Molekul organik yang mengandung karbon dan hidrogen adalah bahan kimia pembangun kehidupan. Kendati demikian, temuan Curiosity dari analisis sampel atmosfer dan bubuk batu itu tidak mengungkap apakah Mars pernah memiliki mikroba yang hidup atau tidak.
Para peneliti Curiosity juga perlu waktu untuk menganalisis temuan ini dan melakukan lebih banyak pengamatan metana. Selain itu mereka membutuhkan waktu untuk berkolaborasi dengan tim sains lainnya seperti Trace Gas Orbiter dari Badan Antariksa Eropa.
Robot misi penjelajah Mars yakni Curiosity merupakan salah satu elemen penelitian untuk mempersiapkan manusia ke planet Merah pada 2030 mendatang. Caltech mengelola Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California sedangkan JPL mengelola investigasi sains Curiosity untuk Direktorat Misi Sains NASA di Washington, AS. (din/eks)
Perkiraan adanya sumber air di bawah tanah Mars yang bersenyawa dengan mikroba dan batuan dan menguap dalam bentuk metana (dok. NASA)