Penemuan ini menurut Hartwick dapat membantu memecahkan misteri tentang bagaimana awan tipis tumbuh di tengah atmosfer dan meningkatkan pemahaman para ilmuwan terkait iklim Mars yang terjadi saat ini maupun di masa lalu.
"Awan tidak terbentuk dengan sendirinya, mereka membutuhkan sesuatu yang dipadatkan," tulisnya dikutip dari keterangan rilis Universitas Colorado.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, benih-benih awan semacam itu tidak ada di bagian tengah atmosfer Mars. Maka Hartwick dan tim berpendapat bahwa awan yang terlihat di planet Merah dibentuk akibat meteor.
"Model kami sebelumnya tidak dapat membentuk awan namun sekarang mereka [awan] semua ada di sana dan tampaknya mereka berada di tempat yang tepat," kata Hartwick.
Penemuan yang dilakukan para ilmuwan di Universitas Colorado ini telah memecahkan rahasia dari setiap tipe awan di Mars yang berbeda. Sekitar 40 mil atau 65 kilometer di atas permukaan planet Merah, awan es karbondioksida melayang di atmosfer.
Dilansir Space, awan tipis seperti permen kapas ini lebih kecil dibanding awan yang ada di Bumi.
Selain itu, untuk memastikan apakah meteor yang terbakar di atmosfer dapat membentuk awan di planet Merah, Hartwick dan rekannya juga menggabungkan data yang diambil dari satelit Mars Atmosphere & Volatile Evolution (MAVEN) milik NASA.
Sebelumnya, alat penjelajah NASA yakni Mars Pathfinder sempat mengabadikan foto awan beberapa puluh tahun yang lalu namun para astronom belum dapat menjelaskan fenomena itu, seperti yang diberitakan Live Science. (din/age)