Ilmuwan Temukan Awan Tipis Mars Berasal dari Tubrukan Meteor

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 19/06/2019 14:34 WIB
Ilmuwan Temukan Awan Tipis Mars Berasal dari Tubrukan Meteor Ilustrasi Mars. (Space via NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ilmuwan di Departemen Ilmu Atmosfer dan Kelautan Universitas Colorado Boulder AS, Victoria Hartwick merilis temuan baru di Mars yang menunjukkan bahwa penghancuran meteor di atmosfer menciptakan partikel kecil debu. Partikel ini yang kemudian membentuk awan tipis.

Penemuan ini menurut Hartwick dapat membantu memecahkan misteri tentang bagaimana awan tipis tumbuh di tengah atmosfer dan meningkatkan pemahaman para ilmuwan terkait iklim Mars yang terjadi saat ini maupun di masa lalu.

"Awan tidak terbentuk dengan sendirinya, mereka membutuhkan sesuatu yang dipadatkan," tulisnya dikutip dari keterangan rilis Universitas Colorado.
"Namun iklim tidak terlepas dari tata surya di sekitarnya."


Hartwick mencontohkan awan yang terbentuk di Bumi terbentuk ketika butiran-butiran kecil garam laut atau debu yang beterbangan tinggi ke udara. Lalu molekul air mengumpul di sekitar partikel-partikel ini menjadi lebih besar sampai mereka membentuk kepulan besar.

Namun, benih-benih awan semacam itu tidak ada di bagian tengah atmosfer Mars. Maka Hartwick dan tim berpendapat bahwa awan yang terlihat di planet Merah dibentuk akibat meteor.

Para ilmuwan di Universitas Colorado menjelaskan bahwa rata-rata dua hingga tiga ton puing-puing angkasa menabrak Mars setiap hari-nya. Saat meteor-meteor itu terkoyak di atmosfer planet, mereka menyuntikkan sejumlah besar debu ke udara.
Guna mengetahui apakah asap seperti itu cukup untuk memunculkan hipotesis soal awan misterius di Mars, Hartwick membuat sebuah model simulasi komputer guna meniru aliran dan gejolak atmosfer.

"Model kami sebelumnya tidak dapat membentuk awan namun sekarang mereka [awan] semua ada di sana dan tampaknya mereka berada di tempat yang tepat," kata Hartwick.

Penemuan yang dilakukan para ilmuwan di Universitas Colorado ini telah memecahkan rahasia dari setiap tipe awan di Mars yang berbeda. Sekitar 40 mil atau 65 kilometer di atas permukaan planet Merah, awan es karbondioksida melayang di atmosfer.

Dilansir Space, awan tipis seperti permen kapas ini lebih kecil dibanding awan yang ada di Bumi.

Selain itu, untuk memastikan apakah meteor yang terbakar di atmosfer dapat membentuk awan di planet Merah, Hartwick dan rekannya juga menggabungkan data yang diambil dari satelit Mars Atmosphere & Volatile Evolution (MAVEN) milik NASA.

Sebelumnya, alat penjelajah NASA yakni Mars Pathfinder sempat mengabadikan foto awan beberapa puluh tahun yang lalu namun para astronom belum dapat menjelaskan fenomena itu, seperti yang diberitakan Live Science. (din/age)