Kemenristek Akui Kalah dari India Soal Teknologi Antariksa

CNN Indonesia | Rabu, 26/06/2019 09:01 WIB
Kemenristek Akui Kalah dari India Soal Teknologi Antariksa Ilustrasi (REUTERS/Mike Blake)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengakui teknologi antariksa Indonesia masih kalah dibandingkan dengan India.

Kepala Biro Kerja Sama dan Komunkasi Publik Kemenristekdikti, Nada Marsudi mengatakan saat ini Indonesia masih belajar dan berkolaborasi dengan India terkait teknologi antariksa.

"Logikanya kalau orang belajar sama orang ya berarti kita mungkin belum semaju India. Akan tetapi, India bukan kompetitor karena kita teman kolaborasi," kata Nada di sela-sela acara 76th Asean Costi yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Selasa (25/6).


Nada mengatakan saat ini Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) juga bekerja sama dengan Organisasi Riset Luar Angkasa India (Isro) untuk membuat roket hingga satelit.

"Kami tidak anggap India sebagai saingan, tapi soalnya dia punya proyek kolaborasi antara Lapan dan Isro India untuk mengembangkan bersama-sama," kata Nada.

Menurutnya, pada 2007 Lapan bersama dengan Technische Universität Berlin Satellite (Tubsat) meluncurukan satelit Tubsat dari landasan peluncuran di India dengan menggunakan roket India.

Sebelumnya, India baru saja menargetkan akan membangun stasiun antariksa pada 2022. Bahkan India pada 15 Juli mendatang akan meluncurkan astronaut ke Bulan.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, ini akan menjadikan India bagian dari klub yang sangat eksklusif. Ambisi ini juga menunjukkan bahwa India bermaksud mengejar banyak aspek penerbangan luar angkasa dengan negara maju lainnya. (jnp/eks)