Gojek Investasi Dua Perusahaan India

CNN Indonesia | Senin, 01/04/2019 16:21 WIB
Gojek Investasi Dua Perusahaan India Ilustrasi (CNN Indonesia/Harey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gojek tengah melakukan pembicaraan untuk berinvestasi di dua perusahaan India, Rebel Foods dan Mobile Premier League. Hal ini diungkap tiga sumber yang mengetahui pembicaraan ini.

Rebel Foods adalah perusahaan yang menamakan diri dapur cloud (cloud kitchen), sementara Mobile Premier League menyediakan layanan gim mobile. 

Gojek kabarnya akan melakukan joint venture dengan Rebel yang memberikan layanan teknologi kepada puluhan restoran online seperti Faasos dan Behrouz Biryani.


Menurut sumber Times of India itu, Rebel dan Gojek kabarnya akan membuat perusahaan patungan senilai US$8-10 juta (sekitar Rp113,8 miliar sampai Rp142,3 miliar) untuk membawa konsep cloud kitchen milik Rebel ke Asia Tenggara. 

Perusahaan patungan itu akan di kepalai oleh salah seorang eksekutif senior Rebel, seperti diungkap salah satu sumber tersebut. Perusahaan patungan ini diperkirakan akan digunakan untuk meningkatkan GoFood milik Gojek.

Sebab, tahun lalu GrabFood mulai agresif melakukan ekspansi layanan pengantaran makanan di Indonesia dan meluncurkan Kitchen by GrabFood, seperti dikutip Deal Street Asia

Selain itu, Gojek juga akan memberikan investasi sebesar US$30 juta ke startup gim Mobile Premier League (MPL). Selain Gojek, investor lain adalah Times Internet dan Sequoia Capital India.

Total pendanaan yang berhasil dikumpulkan dari tiga investor seri A ini senilai US$150 juta. MPL telah terdaftar di Singapura dan pada pendanaan sebelumnya telah mengumpulkan investasi 35 juta rupee India (sekitar Rp71,8 miliar; kurs 1 rupee= Rp205,29).

Perusahan gim asal Bangalore yang baru berusia 10 bulan ini telah diinstal 1 juta kali di Play Store. Gim yang ditawarkan adalah gim e-Sport yang menawarkan hadiah langsung pada gim seperti kriket, puzzle, dan teka-teki silang.

Berdasarkan data Google KPMG pada Mei 2017 diperkirakan akan mencapai US$1 miliar pada 2021 di India. Sementara berdasarkan data Statista, industri gim Indonesia diperkirakan mencapai US$624 juta.

Gojek dan jurubicara MPL menolak untuk berkomentar. Sementara CEO Rebel Foods Jaydeep Barman menyebut hal ini masih menjadi spekulasi.

India dikenal sebagai pasar yang kerap disasar Gojek diluar Indonesia. Sebelumnya, perusahaan itu telah mengakuisisi tiga perusahaan India untuk memperkuat teknologi dan teknik di perusahaan itu. Gojek juga telah membuat pusat penelitian dan pengembangan di Bengaluru.

Oktober lalu, Gojek dikabarkan tengah mencari 200 teknisi di Bengaluru, yaitu data scientist, full-stack engineer, data engineer, product managers, UI/UX designers, dan backend engineer untuk memperkuat 18 produk miliknya.

Saat ini Gojek tengah mengumpulkan pendanaan seri F senilai US$1 miliar. Mitsubishi Corp., Provident Capital, Google, JD.com, dan Tencent Holdings Ltd. telah mengucurkan pendanaan mereka pada putaran ini. Astra Internasional juga dikabarkan mengucurkan US$100 juta akhir bulan lalu.

Sementara pada Februari lalu, disebutkan Gojek menyewa Citibank untuk pendanaan tambahan senilai US$2 miliar yang terdiri dari campuran ekuitas dan pembiayaan utang. (eks/eks)