"Artinya gini apakah nantinya kami akan naikkan (harga) atau subsidi, lihat nanti tanggal mainnya. Tapi sekali lagi ini belum keputusan," kata Marketing General Manager Sokonindo Automobile Permata Islam di Serang, Banten, Kamis (27/6).
Pria yang karib disapa Artha ini mengatakan bahwa perusahaan masih mempelajari kemungkinan-kemungkinan risiko yang akan diambil, mengingat wilayah Jakarta dan sekitarnya merupakan daerah potensial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan BBN KB di Jakarta diketahui sudah mendapat persetujuan dari sejumlah pihak termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selain untuk menambah pemasukan daerah melalui pajak, kenaikan BBN diharapkan bisa membatasi angka kepemilikan kendaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artha mengungkapkan dampak kenaikan BBN terhadap penjualan mobil DFSK masih terlalu dini untuk disebutkan. Ia cuma berharap kenaikan pajak balik nama kendaraan tidak mengurungkan niat calon konsumen DFSK di dalam negeri.
"Ya saya rasa kalau bicara itu ya kebutuhan masyarakat. Bagaimana juga contoh lain misal ada kenaikan tetap harus dikonsumsi. Jadi saya rasa logika sama. Jadi kalau ada penyesuaian harga, dan kenaikan BBN yang ditentukan pasti masyarakat tidak akan keberatan," ungkap Artha. (ryh/mik)