Kisah Perawat Benda-benda yang Dibawa Armstrong ke Bulan

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 29/06/2019 17:45 WIB
Kisah Perawat Benda-benda yang Dibawa Armstrong ke Bulan Benda-benda yang digunakan dalam misi pendaratan ke bulan. (Eric BARADAT / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hawa dan suasana bulan terasa saat memasuki area bengkel yang tertutup untuk umum di gedung museum Udara dan Angkasa Smithsonian, tak jauh dari bandara Washington Dulles, Amerika Serikat.

Jejak peninggalan dan beragam peralatan yang pernah membawa Neil Armstrong ke bulan 50 tahun lalu tersimpan di tempat itu.

Ada sarung tangan Armstrong yang masih terlihat baru. Ada pula snoopy cap yang sudah menguning atau pembawa komunikasi yang dipakai pilot Buzz Aldrin dalam Apollo 11.


Tampak pula baju ruang angkasa yang pernah dipakai Michael Collins, astronot ketiga Apollo 11, yang masih berada dalam kondisi yang terawat.

Di sudut lain, terlihat kondisi silikon biru pada ujung jari sarung tangan Armstrong mulai menurun.

"Setelah 50 tahun, kita tahu bahwa karet silikon itu rusak, dan menjadi sedikit kaku dan rapuh," kata seorang pelestari benda untuk museum itu, Lisa Young, kepada AFP.

Neil Armstrong, Michael Collins, dan Edwin Aldrin adalah tiga orang yang pertama kali menjejakkan kaki di bulan. Neil Armstrong, Michael Collins, dan Edwin Aldrin adalah tiga orang yang pertama kali menjejakkan kaki di bulan. (NASA / AFP)

Namun, sudah dapat bertahan hingga 50 tahun saja merupakan catatan tersendiri. Pasalnya, perangkat itu hanya dibuat untuk sekali pakai saat Armstrong dan Aldrin mendarat di bulan 20 Juli 1969 lalu.

"Kita tahu kantung karet itu seharusnya hanya bertahan enam bulan, dan sekarang sudah 50 tahun," tutur Young.

Sebagai pelestari benda, Young bekerja untuk menunda degradasi benda-benda bersejarah itu. Boleh dibilang Young sangat akrab dengan pakaian antariksa milik Armstrong. Pakaian ini sudah melewati beberapa kali perawatan sejak berkeliling AS pada 2006 lalu.

Baju luar angkasa ini terbuat dari 21 lapisan berbeda yang tak bisa dipisahkan. Lapisan luar terbuat dari fiberglass berlapis teflon yang dikenal sebagai kain beta. Lapisan ini berfungsi untuk melindungi pemakainya dari mikrometeorit dan radiasi.

Setiap lapisan direkatkan menggunakan reaksi kimia seperti tembaga dan lapisan karet.

Paparan cahaya dari waktu ke waktu membuat pakaian kini menguning. Kendati demikian, Young yakin bisa mempertahankan kondisi hampir seperti aslinya.
Manusia untuk kali pertama menjejakkan kaki di bulan pada 20 Juli 1969. Manusia untuk kali pertama menjejakkan kaki di bulan pada 20 Juli 1969. (dok. nasa.gov)

Young menggunakan larutan khusus untuk membersihkan pakaian dan peralatan yang membawa manusia ke bulan untuk pertama kali itu.

Setelah dibersihkan, setelan yang dipakai Armstrong juga disimpan di etalase yang memiliki suhu dan kelembaban rendah dan terlindung dari cahaya yang berbahaya. Sebuah manekin juga dibuat khusus untuk menjaga kondisi dalam pakaian sang astronot.

Pakaian yang mendarat di bulan ini mesti dijaga karena diterpa banyak zat yang agresif.

"Kotoran bulan jauh lebih agresif daripada yang kami perkirakan," kata kurator museum pakaian luar angkasa, Cathleen Lewis.

Lihat saja, sepasang sepatu lunar yang dilapisi serat stainless steel dengan sol karet silikon biry yang dipakai Gene Cernan, orang terakhir yang menjejakkan kaki di bulan. Sepatu itu memiliki lapisan hitam, sisa kotoran dari bulan.

Jika dilihat dari bawah mikroskop, tampak butiran debu bulan yang tertanam di dalamnya dan terkikis melalui serat baja tahan karat.

Sejumlah pakaian luar angkasa ini akan kembali dipamerkan mulai 16 Juli mendatang, sekaligus sebagai peringatan keberangkatan Apollo 11 dari bumi, 50 tahun lalu.

"Saya sedih, tapi agak lega. Sudah lama dan banyak proyek dan saya senang masyarakat melihatnya lagi," ucap Young. (vws)