SpaceX Luncurkan Roket Falcon Heavy Bawa Misi Teknologi NASA

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 26/06/2019 08:17 WIB
SpaceX Luncurkan Roket Falcon Heavy Bawa Misi Teknologi NASA Ilustrasi. ( REUTERS/Thom Baur)
Jakarta, CNN Indonesia -- SpaceX berhasil meluncurkan roket Falcon Heavy yang membawa misi demonstrasi teknologi NASA untuk membantu membawa astronaut Amerika Serikat ke Mars. Misi percobaan ini cikal bakal misi melihat lingkungan luar angkasa di sekitar Bumi dan bagaimana pengaruhnya terhadap manusia.

Falcon Heavy lepas landas pada Rabu (26/6) pukul 02.30 pagi waktu setempat dari Kennedy Space Center NASA di Florida, AS sebagai bagian dari peluncuran Space Test Program-2 (STP-2) Departemen Pertahanan.

"Peluncuran ini adalah kemitraan sejati antara pemerintah AS dan industri serta menandai pencapaian luar biasa bagi Pusat Angkatan Udara dan Sistem Rudal AS," tulis Direktorat Misi Teknologi Antariksa Jim Ruter, dikutip dari laman resmi NASA.
Dikutip dari laman resmi NASA, proyek ini membantu membawa astronaut AS ke permukaan Mars. Misi itu juga membantu dalam merancang pesawat ruang angkasa yang lebih cerdas dengan memberikan dukungan terkait efek radiasi di ruang angkasa.


Misi ini akan menguji jam atom yang dapat mengubah cara navigasi pesawat antariksa.

Dengan peluncuran roket Falcon Heavy, para ilmuwan NASA akan memulai mengumpulkan data. Masing-masing komponen misi teknologi tersebut akan beroperasi setidaknya satu tahun untuk mematangkan teknologi dan mengumpulkan data sains.

Terdapat empat misi penting roket antara lain melakukan eksplorasi gelembung pada lapisan atas atmosfer Bumi, jam atom luar angkasa, misi infus propelan hijau dan mempelajari cara melindungi satelit di ruang angkasa.

Pertama, NASA bakal mengerahkan dua CubeSats untuk mengeksplorasi gelembung di lapisan atas atmosfer Bumi. Dua CubeSats yang bermuatan listrik ini diklaim dapat mengganggu komunikasi dan sinyal GPS yang sering digunakan oleh manusia.

CubeSats akan mengirimkan sinyal dalam beberapa frekuensi ke stasiun penerima di Bumi.

Kedua, jam atom luar angkasa. Jam ini akan menguji cara baru bagi wahana antariksa untuk melakukan navigasi di luar angkasa.

NASA menyematkan teknologi mutakhir yang dapat memungkinkan navigasi seperti GPS di Bulan dan Mars. Ketiga, misi infus propelan hijau digunakan untuk menguji sistem propulsi baru menggunakan bahan bakar pesawat ruang angkasa yang tidak beracun.

Teknologi ini dapat membantu mendorong rasi bintang satelit kecil di dalam dan di luar orbit rendah Bumi. Keempat, misi mempelajari cara melindungi satelit menurut NASA dapat digunakan untuk meningkatkan desain, teknik dan operasi ruang angkasa untuk melindungi pesawat dari radiasi berbahaya yang didorong oleh Matahari.

(din/age)