Gojek Buat Sistem untuk 'Jodohkan' Sopir dan Penumpang

CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 05:46 WIB
Gojek mengembangkan sistem Jaeger disebut bisa membangun alokasi multi-tujuan berdasarkan jumlah pertambahan mitra pengemudi dan jutaan pengguna. Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Vice president of data science Gojek Syafri Bahar memperkenalkan sebuah sistem dengan model machine learning untuk 'menjodohkan' pengemudi dan penumpang.

Sistem Jaeger disebut bisa membangun alokasi multi-tujuan berdasarkan jumlah pertambahan mitra pengemudi dan jutaan pengguna. Sistem ini membantu perusahaan dalam memutuskan pengemudi mana yang akan mendapat notifikasi saat mengambil pesanan di lokasi terdekat.

"Kami memiliki sejumlah besar data untuk mengoptimalkan keputusan kami namun kami harus memperhitungkan berbagai tujuan dinamis untuk menyeimbangkan pengemudi dan pelanggan kami," kata Syafri saat menjadi pembicara di TiA Product Development Conference 2019 di Menara Mandiri, Jakarta, Rabu (3/7).


"Dengan memonitor efisiensi pasar dan keadilan pengemudi, kami menemukan bahwa model ini secara konsisten mendahulukan prioritas beberapa pengemudi."

Lebih lanjut kata Syafri, ia dan tim tengah mengembangkan sejumlah proyek open source berdasarkan sistem Jaeger.

Proyek pertama yang dinamakan Lasso, sebuah layanan yang bisa menentukan setiap permintaan peringkat pengemudi. Lasso akan membuat panggilan http ke beberapa layanan mikro.

"Lasso juga menangani pencatatan setiap permintaan dan respons yang penting untuk mengevaluasi dan memulihkan bug dengan cara debugging [metode yang dilakukan oleh para pemrogram dan pengembang perangkat lunak untuk mencari dan mengurangi bug]," jelas Syafri.

Proyek kedua, Feast untuk membantuk Gojek menyelesaikan sejumlah masalah teknis saat menerapkan model machine learning. Ketiga, Mesiter yang juga disebut sebagai master Jeafer untuk mengkonfigurasi model machine leraning mana yang akan diterapkan di lokasi tertentu berdasarkan waktu hingga segmen yang berbeda.

"Terakhir, ada Babel di mana kami telah mengabstraksikan berbagai teknik pengujian yang akan kami gunakan pada UI Web khusus untuk mengevaluasi dampak Jaeger pada berbagai metrik bisnis," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]

Tech in Asia kembali menyelenggarakan konferensi tahunan Product Development Conference 2019 selama dua hari berturut-turut. Konferensi khusus teknologi dan pengembangan produk ini akan diselenggarakan di Menara Mandiri, Jakarta pada 3-4 Juli 2019.

Ada lebih dari 50 sesi yang mendatangkan praktisi teknologi sebagai pembicara. Nantinya pada pembicara ini akan berbagi wawasan mengenai pengalaman mengembangkan produk hingga tren di industri teknologi.

Akan ada sembilan track menarik yang bisa dihadiri, yakni manajemen produk, pengalaman pengguna, desain produk, product leadership, pemasaran produk, fokus teknologi, data & analitik, infrastruktur, dan engineering. Kesembilan track akan terbagi ke dalam empat content stage yakni Main Stage, Kapuas Stage, Mahakam Stage, dan Barito stage. (din/evn)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK