Cari Kesalahan Ghosn, Polisi Prancis Geledah Markas Renault

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 05/07/2019 08:59 WIB
Cari Kesalahan Ghosn, Polisi Prancis Geledah Markas Renault Carlos Ghosn saat ditangkap otoritas Tokyo. (Foto: Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi Prancis melanjutkan penyelidikan kasus penyalahgunaan wewenang mantan CEO Renault-Nissan, Carlos Ghosn. Kali ini otoritas setempat menggeladah kantor pusat Renault untuk menyelidiki pernikahan 'mewah' Ghosn di Istana Versailles.

Seorang juru bicara Renault telah mengkonfirmasi bahwa penyelidikan tersebut sebagai upaya mencari bukti kesalahan Ghosn. Pihak Renault mengaku kooperatif kepada penyidik, mengutip AFP, Kamis (4/7).

Istana Versailles yang menjadi objek penyelidikan karena diduga ada kesepakatan yang menyalahi aturan antara Renault, penyuplai dana dan pihak istana. Sebab pernikahan Ghosn di istana bersejarah itu disebut-sebut menghabiskan dana senilai 50.000 euro Rp808 miliar, yang mana bukan dari kantong pribadi Ghosn.


Pengacara Ghosn, Jean-Yves Le Borgne, mengatakan kepada AFP pada Februari bahwa tidak ada biaya sewa untuk Ghosn alias "gratis", sebab Ghosn tidak pernah menerima tagihan dari pihak istana. Sementara itu Ghosn, seperti dikatakan Le Borgne siap membayar kewajibannya.

Ghosn (65) ditangkap pihak berwenang Tokyo di Bandara Haneda, Tokyo, pada 19 November 2018 atas sejumlah tuduhan yang coba ia bantah selama ini. Saat ini Ghosn masih menunggu persidangan di Jepang.

Penahanan pria berdarah campuran Brasil-Prancis itu sempat ditangguhkan, sebelum akhirnya ia kembali ditangkap polisi Tokyo.

Kasus Ghosn cukup mengejutkan industri otomotif dunia, hingga menimbulkan ketegangan dalam perusahaan aliansi antara Renault, Nissan dan mitra baru mereka yaitu, Mitsubishi. Ketiga perusahaan tersebut bahkan resmi memecat Ghosn dari posisi chairman demi mengurangi dampak terhadap perusahaan. (mik)