Ganjar Sibuk 'Custom', Ridwan Kamil Pamer Motor Listrik

ray, CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 14:41 WIB
Ganjar Sibuk 'Custom', Ridwan Kamil Pamer Motor Listrik Ridwan Kamil. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menambah koleksi sepeda motor dengan membeli satu unit sepeda motor listrik. Motor tanpa emisi gas buang itu diakui Ridwan Kamil bakal digunakan sebagai kendaraan harian.

Hal ini terungkap melalui akun Istagram Kang Emil, sapaan akrab Ridwal Kamil. Dalam foto dan video yang ia unggah terlihat stiker dengan tulisan "Motor Listrik Gubernur Jawa Barat" di bagian tangki.

"Resmi menggunakan motor listrik untuk kegiatan harian Gubernur. Karya Inovasi dan produksi lokal warga Jawa Barat yang mengembangkan," tulis Kang Emil, dikutip Kamis (4/7).


Berbeda dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang justru memburu sepeda motor custom beberapa waktu lalu. Bahkan Ganjar sedang menggarap motor modifikasi Kawasaki ER-6n yang beraliran 'naked bike' menjadi wujud scrambler.

Menurut Kang Emil motor listrik SDR yang ia beli sangat hening saat bergerak dan ekonomis karena tidak membutuhkan bahan bakar.

"Tidak ada bunyi sama sekali karena tidak ada lagi knalpot. Charging sekali cukup buat 80 km. Sudah mulai diproduksi massal di pabrik lokal Arindo," ucap dia.

[Gambas:Instagram]

Diketahui 'motor batangan' itu merupakan produk buatan perusahaan Arindo Pratama yang bergerak dalam bidang instalasi listrik, supplier, dan kontraktor di Bandung, Jawa Barat.

Motor SDR ini serupa dengan motor yang digunakan PLN (Perusahaan Listrik Negara) sebagai kendaraan operasional Unit Layanan Cepat (ULC) bernama SDR.

SDR dibekali baterai berkapasitas 72 volt yang bakal penuh bila melakukan pengisian daya sekitar lima sampai enam jam. Motor diklaim bisa melaju melaju sejauh 70 km dan bisa bergerak sampai kecepatan maksimal 60 km per jam.

Dikabarkan bahwa Kang Emil satu unit motor listrik itu dihargai Rp35 juta. Pihak yang menjualnya bahkan sudah menyertakan kelengkapan surat seperti STNK dan BPKB.

"Saya belinya Rp 35 juta, memang agak mahal sedikit tapi jangka panjangnya nggak ada operasional BBM-nya. Saya pun membeli sesuai dengan STNK dan BPKB, berarti proses uji dan lain-lain sudah lancar," ungkap Emil mengutip detikcom. (ray/mik)