Prabowo Jadi Bahan Pembicaraan di Twitter

CNN Indonesia | Sabtu, 13/07/2019 20:36 WIB
Prabowo Jadi Bahan Pembicaraan di Twitter Jokowi dan Prabowo saat memberi keterangan pers di stasiun MRT. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika Herlambang, menyatakan Prabowo Subianto menjadi bahan pembicaraan para netizen di media sosial Twitter yang 79 persen adalah milenial.

Hal ini juga dinyatakan Rustika dalam cuitannya di akun Twitter pada Sabtu (13/7). Pernyataan itu dibuat Rustika setelah Prabowo bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini pada sekitar pukul 10.00 WIB.

"Sejak pukul 11.30 hingga 17.35 Wib, terdapat sebanyak 56 ribu percakapan yang ditujukan pada Jokowi. Sementara percakapan yang menyebut nama Prabowo terdapat sebesar 101.027 percakapan," kata Rustika saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (13/7) .


Pertemuan tersebut menuai banyak reaksi masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung seperti para netizen yang bercuit di media sosial Twitter.

Percakapan terkait rekonsiliasi kedua tokoh itu pun menurut Rustika juga kerap menjadi trending topic di Twitter sejak Pilpres 2019 dilaksanakan.



"Percakapan tentang Jokowi Prabowo dan pasca pilpres hampir tiap hari bergaung di lini masa twitter. Ada trending topik yangg senantiasa dimunculkan oleh para netizen tentang harapan mereka terhadap capres cawapresnya," jelas dia.

Lebih lanjut, Rustika juga memaparkan apa maksud dari tangkapan layar data yang dihimpun oleh Twitter yang ia bagikan di akunnya itu.

Data itu menunjukan jumlah kata berdasarkan sejumlah kategori dalam cuitan netizen pada hari ini sejak pukul 11.30 hingga 16.42 Wib. Waktu yang diambil merupakan waktu yang tepat untuk menangkap reaksi dan sikap netizen pada saat pertemuan itu terjadi.

Dinyatakan dari 49.627 cuitan netizen yang menyebut nama Jokowi-Maruf Amin, terdapat 90 hingga mendekati 100 kata yang dikategorikan sebagai 'disgust' atau umpatan per 11 menitnya dari pukul 11.30 hingga 16.42 WIB.



Rustika menjelaskan kata 'cebong' dan 'kampret' tergolong dalam kategori umpatan yang disimbolkan degan warna ungu itu.

"Pernyataan Jokowi soal "cebong" dan "Kampret" paling banyak dikutip oleh netizen, dan lagi, direspons dengan berbagai emosi," terangnya.

Namun, kata-kata yang tergolong 'joy' dan 'trust' juga terhitung cukup banyak dalam kurun waktu tersebut, yakni sekitar 40 kata per 11 menit untuk trust dan sekitar 70 kata untuk Joy.

"Yang dominan menyebut nama Jokowi, pada awalnya terlihat bahwa emosi trust, dukungan, kesepakatan pada keputusan Jokowi merupakan emosi terbesar, selain juga emosi joy yang mengutarakan kesenangan, dan juga emosi anticipation yang berisi harapan terhadap pertemuan itu," tutur Rustika.



Selain itu, dari 88.266 cuitan netizen yang menyebut Prabowo-Sandi, polanya hampir sama. Cuitan tergolong umpatan itu juga dihitung sebanyak 80-100 kata per 11 menit.

Kata-kata untuk kategori Joy dan Trust juga tergolong sama dengan penyebut nama Jokowi.

"Netizen terlihat ada kesan kecewa, kaget, dan sedih pada saat pertemuan itu terjadi. Secara garis besar, emosi yang ditujukan pada Prabowo lebih bervariasi," ujar dia.

[Gambas:Video CNN] (ani/agr)