LIPI Bantah Ikan Terdampar di Bali Adalah Pertanda Gempa

CNN Indonesia | Rabu, 17/07/2019 11:15 WIB
LIPI Bantah Ikan Terdampar di Bali Adalah Pertanda Gempa Ilustrasi (Istockphoto/ramihalim)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menegaskan ikan-ikan yang terdampar di sebuah pantai di Bali tidak berhubungan dengan kejadian gempa di Bali pada Selasa (16/7).

Beredar video di media sosial yang menunjukkan ikan-ikan terdampar di Pantai Batu No Long Ganggu Bali pada Senin malam (15/7), sebelum terjadinya gempa Bali.




"Tidak ada hubungannya antara ikan yang terdampar dengan gempa bumi. Sangat kecil kemungkinan dan tidak berhubungan," kata Peneliti Geofisika Kelautan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nugroho Dwi Hananto kepada CNNIndonesia.com, Rabu (17/7).

Nugroho menjelaskan fenomena terdamparnya ikan ini setidaknya disebabkan oleh arus dan gelombang laut, ketersediaan pakan ilmiah, dan kelimpahan ikan.

"Kelimpahan ikan sangat tinggi yang mencari plankton sebagai makanannya terlalu ke tepian dan tidak kuat menghadapi arus yang membawanya ke darat sehingga terdampar dan tidak bisa kembali ke laut," ujarnya.

Nugroho mengatakan dalam video tersebut terlihat hanya ada satu jenis ikan dan hanya di satu pantai. Oleh karena itu, ia mengatakan ikan-ikan yang hidup secara berkelompok itu bisa saja terdampar karena terlalu dekat ke bibir pantai saat berburu plankton.

"Ikan tersebut hidupnya berkelompok dan bergerombol mencari plankton. Saat mencari makan itu, mereka tidak terlalu ke tepi pantai, karena mungkin di tengah laut sudah habis atau memang plankton yang banyak saat itu di tepian," kata Nugroho.

"Gerombolan ikan ini menyerbu plankton-plankton itu sehingga tidak sadar kalau sudah sangat dangkal dan pada saat ombak surut dia terdampar ke tepian," lanjutnya

Lebih lanjut, Nugroho mengatakan asumsi keterkaitan antara ikan-ikan terdampar dengan gempa bumi harus dibuktikan secara ilmiah. Pembuktian ini dilakukan dengan penelitian yang komprehensif.

"Perlu penelitian yang komprehensif bila ingin mengaitkan antara respon makhluk hidup dengan prekursor gempa atau fenomena yang diduga terjadi mendahului atau sebelum gempa yang disebabkan faktor ilmiah," kata Nugroho.

Sebelumnya, fenomena ikan yang mendamparkan diri di pantai juga sempat terjadi di Lembata, NTT. Dalam rekaman video yang dibagikan, tampak warga ikan-ikan itu loncat dan menggelepar di tepi pantai dan ramai diserok warga.



Menanggapi peristiwa ini, Haryono, Peneliti Utama dan Kepala Lab Ikan LIPI menyebut peristiwa ikan melompat ke daratan bukan peristiwa langka.

Haryono menyebut kejadian tersebut memang sempat terjadi beberapa kali. Terutama ketika cuaca sedang tidak cerah, saat mendung, atau gerimis. Namun, menurutnya pengaruh faktor lingkungan ini pun perlu dikaji terlebih dahulu.


(jnp/eks)