Satelit A5 Besutan LAPAN Petakan Potensi Bencana di Indonesia

evn, CNN Indonesia | Rabu, 17/07/2019 18:28 WIB
Satelit A5 Besutan LAPAN Petakan Potensi Bencana di Indonesia Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Saptono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pengembangan satelit A5 untuk kebutuhan pemetaan potensi bencana di Indonesia.

Thomas mengatakan saat ini pihaknya tenaga menyiapkan kerja sama dengan badan usaha untuk membangun satelit A5. Jika berjalan sesuai rencana, satelit A5 akan diluncurkan pada 2022.

"Kebutuhan satelit kebencanaan sudah mendesak. Sejauh ini hanya mengandalkan satelit komersial untuk mengirimkan data-data potensi kebencanaan," ungkap Thomas usai seminar nasional Penginderaan Jauh di Depok, Jawa Barat, Rabu (17/7).


Satelit komunikasi orbit rendah ini rencananya akan dilengkapi dengan konstelasi sembilan satelit yang bisa mengirimkan data satelit ke pusat pemantauan di Bumi.

Lebih jauh ia menerangkan nantinya satelit ini akan dimanfaatkan bersama kementerian, lembaga, dan pihak swasta untuk bisa diakses oleh pemangku kebijakan di daerah. Nantinya jika ada potensi bencana, Polsek dan Pemda setempat bisa memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

"Aspek komunikasi data targetnya bisa lebih cepat dan efisien. Sebagai contoh data-data buoy yang dikembangkan BPPT nantinya bisa dimanfaatkan satelit untuk dikirimkan ke pusat. Sehingga saat ada potensi tsunami, data bisa cepat dianalisis dan dikeluarkan peringatan dini," imbuhnya.

Teknologi yang dikembangkan untuk satelit LAPAN A5 merupakan satelit Bumi orbit rendah (low orbit Earth) yang melaju di sekitaran orbit Bumi rendah.

Waktu orbit satelit LEO adalah kurang dari 24 jam sehingga pada ketinggian 1000 km sehingga bisa mengitari Bumi hanya dalam waktu 90 menit.

"Nantinya pemanfaatan bersama kementerian, lembaga, dan swasta supaya bisa diakses oleh daerah-daerah. Rencananya akan diluncurkan satu dan satu dengan swasta untuk mengumpulkan data potensi kebencanaan dan peringat dini di seluruh Indonesia," tandasnya.

[Gambas:Video CNN] (evn/mik)