Instagram Uji Fitur Untuk Sembunyikan Jumlah 'Likes'

CNN Indonesia | Jumat, 19/07/2019 05:40 WIB
Instagram Uji Fitur Untuk Sembunyikan Jumlah 'Likes' Ilustrasi (CNN Indonesia/Artho Viando)
Jakarta, CNN Indonesia -- Instagram tengah menguji fitur sembunyikan jumlah like di enam negara yakni Irlandia, Italia, Jepang, Brazil, Australia, dan Selandia Baru. Sebelumnya, perusahaan media sosial itu pertama kali melakukan uji coba fitur ini di Kanada.

Namun, sejumlah pengguna di Kanada melaporkan jumlah like telah kembali muncul diunggahan mereka. Pihak Instagram langsung memberikan keterangan kepada jurnalis Tech Crunch bahwa tahap uji coba menyembunyikan jumlah like masih berlangsung di Kanada.

Dilansir CNET, saat ini Instagram tengah melakukan pengujian di Australia. Kepala Kebijakan Facebook untuk Australia dan Selandia Baru Mia Garlick mengatakan pihaknya berharap dengan fitur baru itu mengurangi rasa cemas pengguna saat mengunggah momen mereka di Instagram.


"Kami ingin Instagram menjadi tempat di mana orang merasa nyaman mengekspresikan diri mereka. Kami berharap tes ini akan menghilangkan tekanan dari berapa banyak jumlah like yang akan mereka terima sehingga Anda dapat fokus pada berbagai hal yang Anda sukai," kata Garlick.

Menurut sebuah studi di Inggris tahun 2017 menemukan bahwa lima dari jejaring sosial, Instagram adalah platform sosial media paling berbahaya bagi kesehatan mental anak muda. Diikuti Snapchat, Facebook, Twitter, dan Youtube diurutan kelima.

Pada bulan April lalu, CEO Facebook Mark Zuckerberg saat konferensi pengembang F8, pihaknya tengah melakukan eksperimen dengan fitur-fitur terbaru mereka untuk memerangi intimidasi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tujuan dibuatnya uji coba fitur untuk menyembunyikan jumlah like untuk menekan sikap kompetitif di antara penggunanya.

Pasalnya, pengguna kerap saling berlomba mengoleksi like dan menambah jumlah pengikut.

Adam Mosseri, kepala pimpinan Instagram mengatakan pihaknya akan fokus pada upaya menghindari perundungan dan sifat kompetitif dengan menempuh berbagai cara. Salah satunya yakni dengan menguji coba menyembunyikan jumlah 'like' pada unggahan dan fitur untuk membatasi interaksi dengan akun yang menebar kebencian.

Selain fitur menyembunyikan jumlah 'like', Instagram juga bersiap menambahkan fitur lain mulai dari stiker hingga kemampuan mendeteksi tulisan.

Nantinya saat pengguna mengetikkan komentar, Instagram akan mendeteksi jika penggunaan bahasa dianggap kasar. Pengguna akan menerima peringatan agar berpikir dua kali sebelum berkomentar.

Sementara untuk pengguna akun, akan menerima opsi untuk memblokir akun tertentu yang bisa memberikan komentar. Namun, akun yang diblokir masih bisa melihat konten yang diunggah. (din/eks)