Dilaporkan Reuters, raksasa teknologi ini dianggap gagal memenuhi persyaratan hukum untuk menyaring hasil pencarian yang diyakini menampilkan informasi ilegal.
Permintaan Rusia agar Google melakukan sensor terhadap hasil pencariannya bukan pertama kali dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama lima tahun terakhir Rusia memperketat aturan sensor konten yang beredar di internet. Rozkomnadzor mengharuskan perusahaan teknologi menghapus sejumlah konten dari hasil pencarian yang disebut berpotensi menyimpan data pribadi pengguna ke server perusahaan.
Berbeda dengan Google, Twitter dan Facebook dilaporkan menolak permintaan untuk mematuhi undang-undang penyimpanan data lokal. Kedua layanan media sosial tersebut menolak melakukan sensor untuk konten sesuai permintaan Rozkomnadzor.
[Gambas:Video CNN] (evn)