Dampak Perjalanan Manusia ke Luar Angkasa

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 10:34 WIB
Dampak Perjalanan Manusia ke Luar Angkasa NASA mendaratkan dua manusia pertama di Bulan pada 50 tahun lalu. (Foto: REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada 50 tahun lalu, Neil Armstrong berhasil melalukan 'lompatan' pertama di Bulan. Keberhasilan tersebut membuka secercah harapan dalam bidang luar angkasa. Namun, ratusan penelitian luar angkasa tersebut memberikan dampak apa pada kehidupan manusia di Bumi? Pertanyaan besar yang menjadi ditanyakan banyak orang.

Dalam situs resminya, NASA memaparkan apa pengaruh penelitian yang mereka lakukan bagi masyarakat luas.

Salah satu diantaranya adalah pemahaman gravitasi. Pasalnya, gravitasi merupakan elemen penting yang mempengaruhi seluruh hal yang dilakukan manusia di Bumi. Tapi, tak banyak yang mengetahui bahwa masih banyak hal yang belum dieksplorasi dari gravitasi seperti cara kerja dan pengaruh pada kehidupan.


Bahkan NASA sempat melakukan eksperimen hidup tanpa gravitasi untuk mengetahui akan menjadi seperti apa hidup tanpa gravitasi.

Para astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional hidup dalam gaya berat mikro, bukan gravitasi seperti di Bumi. Melalui para astronaut di sana, para ilmuwan sedang melakukan penyelidikan perintis, menguji teori, dan mendorong batas-batas pengetahuan manusia.

Penelitian ruang angkasa membawa pengetahuan, penemuan, peningkatan kehidupan sehari-hari manusia di Bumi. Harapannya, suatu hari nanti penelitian tersebut berguna untuk kehidupan sehari-hari para penjelajah tata surya bak di film science fiction.

Studi-studi kehidupan dan ilmu fisika di ruang angkasa adalah bidang mapan yang melengkapi program penelitian terestrial.

Biologi, fisiologi, fisika fluida dan pembakaran, ilmu material, fisika fundamental, dan astrobiologi semuanya dipelajari di ruang angkasa. Mengamati bagaimana gravitasi mempengaruhi fenomena dasar di Bumi dan memperluas pengetahuan tentang dunia di sekitar.

Teliti Penyakit

NASA mengungkap luar angkasa menawarkan potensi untuk mempelajari masalah kesehatan terkair penyakit, penuaan dan imobilitas.

Penelitian berfokus pada osteoporosis, atrofi otot dan nutrisi, dan mencoba memahami efek adaptasi fisiologis untuk kesehatan dan cara-cara untuk mengatasi perubahan yang tidak diinginkan dalam tubuh manusia.

[Gambas:Video CNN] (age)