Astronaut Apollo 11 Reuni di Perayaan 50 Tahun Misi ke Bulan

Associated Press, CNN Indonesia | Minggu, 21/07/2019 19:39 WIB
Astronaut Apollo 11 Reuni di Perayaan 50 Tahun Misi ke Bulan Astronaut Apollo 11 yang tersisa, Buzz Aldrin (89) dan Michael Collins (88) bertemu kembali dalam acara malam peringatan 50 tahun pendaratan pertama di Bulan. (REUTERS/NASA/Handout)
Jakarta, CNN Indonesia -- Astronaut Apollo 11 Buzz Aldrin (89) dan Michael Collins (88) bertemu kembali dalam acara malam peringatan 50 tahun pendaratan pertama di Bulan, Jumat (19/7) waktu setempat.

Kedua putra mendiang Neil Armstrong sebagai orang pertama yang melangkah ke bulan pada 20 Juli 1969, Presiden Amerika Donald Trump, Ibu Negara AS Melania Trump, Wakil Presiden Mike Pence, serta Administrator NASA Jim Bridenstine juga ikut hadir dalam acara tersebut.

Mereka berkumpul di Ruang Oval dengan Presiden Trump. Trump menjelaskan tentang rencana mengirimkan astronaut kembali ke Bulan pada 2024 dan kemudian ke Mars pada sekitar 2030.


"Kami akan membawa kembali keglamoran momen itu [pendaratan Bulan]," kata Trump seperti dilansir dari AP.


Debat Bulan versus Mars sebagai tujuan selanjutnya bagi astronaut pun muncul lagi. Presiden Trump bertanya terkait peluang para astronot mencapai Mars terlebih dahulu tanpa mesti mampir di Bulan.

Collins yang pernah mengitari bulan sendirian menggunakan command module mengatakan bahwa ia mendukung rencana untuk pergi langsung ke Mars.

Akan tetapi Bridenstine berpendapat bahwa Bulan adalah tempat latihan yang penting. Selain itu, menurutnya, posisi planet Mars terhadap Bumi membuat peluncuran hanya bisa dilakukan setiap 26 bulan sekali dengan durasi perjalanan bisa mencapai tujuh bulan per peluncuran.

"Bagaimana bila Anda melewatkan waktunya? Mereka dalam masalah besar?" kata Trump. "Anda tak mau berada dalam pesawat tersebut,"

Sementara itu, Aldrin menyatakan kekecewaannya atas capaian eksplorasi ruang angkasa oleh manusia pada 10-15 tahun terakhir. "Kami dulu mampu mencapai banyak hal lebih awal," katanya.


Aldrin yang memiliki spesialisasi pertemuan orbital menyatakan tidak setuju atas ide NASA membangun stasiun ruang angkasa kecil di sekitar Bulan bernama Gateway.

Stasiun itu disebut menjadi 'pijakan' bagi tim misi ke Mars di Bulan, sebelum menuju tujuan asli mereka ke Planet Merah.

"Kami memiliki roket nomor satu dan kita memiliki pesawat ruang angkasa nomor satu, dan mereka tidak bisa masuk ke orbit Bulan dengan kemampuan manuver yang signifikan," kata Aldrin.

Di sisi lain, Wapres Mike Pence merayakan peringatan 50 tahun pendaratan manusia di Bulan di Kennedy Space Center Florida, lokasi yang sama ketika Apollo 11 meluncur ke satelit Bumi tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Banyak museum dan jalanan di kota tersebut ikut merayakan usia emas momen bersejarah itu. Bukan hanya Florida, melainkan Wapakoneta, Ohio, tempat kelahiran Neil Armstrong.

Pada Jumat sore, NASA menyiarkan acara mengenang Apollo 11 selama dua jam penuh. Namun bukan hanya itu, NASA juga menjabarkan rencana kembali ke Bulan di masa depan.

(ara/end)