Tren

Melihat Pesawat Antariksa di Balik Misi Apollo 11

CNN Indonesia | Sabtu, 20/07/2019 17:33 WIB
Melihat Pesawat Antariksa di Balik Misi Apollo 11 Roket Saturn V yang membawa misi Apollo 11. (Foto: NASA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyiapkan serangkaian kendaraan ruang angkasa untuk mewujudkan misi ambisius lewat misi Apollo 11.

NASA membuat empat kendaraan untuk pendaratan manusia pertama ke permukaan Bulan. Keempat kendaraan tersebut dinamakan Little Joe II, Saturn I, Saturn IB, dan Saturn V. Disamping itu NASA juga mengerahkan tiga pesawat ruang angkasa yakni Command Module Columbia, Service Module, dan Lunar Module Eagle.

Roket Saturn V merupakan satu-satunya kendaraan NASA yang berhasil membawa tiga astronaut AS Neil Armstrong, Michael Collins, dan Edwin Aldrin ke Bulan melalui misi Apollo 11. Armstrong dan Aldrin menggunakan pesawat Lunar Module Eagle sedangkan Collins berada di Command Module Columbia.


Saturn V merupakan wahana antariksa yang menjadi buah kerja sama NASA dengan tiga maskapai AS yakni Boeing, McDonnel Douglass, dan North American Aviation.

Ketiganya mempunyai tugas masing-masing, Boeing membangun tahap pertama Saturn V, diikuti North American Aviation, dan tahap terakhir oleh McDonnell Douglas. Dilansir dari laman resmi Boeing, tiap tahap pengujian dilakukan di Stennis Space Center di dekat teluk St. Louis, Mississippi, AS.

Saturn V diproduksi secara besar-besaran untuk bisa membawa muatan hingga bobot maksimal 45 ton ke dekat Bulan.

Tahap pertama roket diberi nama S-IC yang dibangun oleh Boeing. Teknisi Boeing dan NASA membuat roket S-IC dibangun setinggi 42 meter dengan diameter sebesar 10 meter dan disematkan lima mesin J-2 di dalamnya.

Melihat Pesawat Antariksa di Balik Misi Apollo 11Wahana antariksa Eagle yang membawa dua astronaut ke Bulan. (Foto: NASA)

Pembuatan S-IC merupakan roket terbesar yang diproduksi Amerika dengan berat hingga 136 kilogram dan berbahan bakar 15,8 juta kilogram.

Pengerjaan roket tahap kedua dilakukan North American Aviation di Seal Beach, California menggunakan hidrogen dan oksigen cair. Lalu, lima mesin ditambah untuk melengkapi mesin J-2 pada tahap pertama.

Tahap terakhir dibangun oleh McDonnell Douglas di Hutington Beach, California dan hanya menambahkan satu mesin J-2. S-IVB pertama kali digunakan untuk insersi (penyisipan) orbit setelah dihilangkan pada tahap kedua.


Rangkaian Pesawat Ruang Angkasa

Dilansir Air and Space, Command Module Columbia membawa tiga kru dengan Armstrong sebagai komandan misi serta Collins dan Buzz sebagai pilot. Columbia menjadi tempat utama bagi astronaut untuk bekerja dan bertahan hidup.

Sedangkan Service Module menjadi 'napas' bagi astronaut karena menyimpan kandungan oksigen, air, dan gaya listrik untuk modul perintah.

Tiga hari setelah meluncur pada 16 Juli 1969, ketiga pesawat memasuki orbit Bulan. Selama misi berlangsung, Collins menjalani misi terpisah dengan berada di orbit Bulan. Ketika kedua rekannya sudah merampungkan misi ke Bulan, Columbia dan Eagle kembali menyatu memposisikan ulang dengan Modul lunar.

[Gambas:Video CNN] (din/evn)