LAPAN: Indonesia Kembangkan Satelit, Bukan Misi ke Bulan

evn, CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 17:22 WIB
LAPAN: Indonesia Kembangkan Satelit, Bukan Misi ke Bulan Jejak pendaratan manusia ke Bulan pada 50 tahun lalu. (Foto: REUTERS/NASA/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengungkapkan saat ini Indonesia belum berada dalam tahap menyusul AS lewat misi Apollo 11 untuk mendaratkan manusia ke Bulan pada 50 tahun lalu.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan saat ini Indonesia lebih fokus mengembangkan satelit hingga roket peluncur, ketimbang menyusul negara tetangga untuk mengirim misi ke Bulan.

Alih-alih menyusul AS dan negara lain ke Bulan, jika dilihat dari segi keterbatasan Indonesia masih memfokuskan pada penguasaan teknologi untuk orbit Bumi.


"Indonesia masih fokus pada penguasaan teknologi untuk orbit Bumi, mulai dari pengembangan satelit hingga roket peluncur," ungkap Thomas saat ditemui CNNIndonesia.com di Depok, Jawa Barat, Rabu (17/7).

Kendati demikian, Thomas menerangkan hal itu tidak menutup kemungkinan bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam misi eksplorasi antariksa.

Untuk hal ini, Thomas mengungkapkan sudah ada beberapa universitas yang secara informal menyatakan minat untuk mengembangkan robotik agar bisa berkontribusi dalam misi eksplorasi antariksa.

"Indonesia juga bisa berkontribusi untuk eksplorasi antariksa dengan kemungkinan peluang-peluang untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan teknologi robotik. Beberapa universitas sudah menyatakan minatnya ke arah sana," ucapnya.

Misi Apollo 11 yang membawa Neil Armstrong, Edwin 'Buzz' Aldrian, dan Michael Collins lepas landas pada 16 Juli 1969 dari Kennedy Space Center, Florida, AS. Dalam misi tersebut, pesawat Eagle yang ditumpangi Buzz dan Armstrong mendarat dengan selamat di permukaan Bulan pada 20 Juli 1969.

Setelah mengumpulkan 22 kilogram material sampel yang terdiri dari 50 batuan dari Bulan, ketiga astronaut meluncur kembali dari Bulan pada 22 Juli 1969. Tepat pada 24 Juli ketiganya mendarat dengan selamat di Samudera Pasifik.

[Gambas:Video CNN] (evn/evn)