IT security consultant ESET Indonesia, Yudhi Kukuh mengungkapkan aplikasi ini merupakan bentuk penipuan yang dilakukan oleh para scammer. Embel-embel pro atau premium pada aplikasi yang bisa diunduh secara gratis sukses mengelabui korbannya. Padahal seperti diketahui aplikasi dengan label Pro atau Premium kerap berbayar.
"Pada kenyataannya, scammer mengelabui korbannya untuk mengklik penawaran yang tak terhitung jumlahnya untuk menginstal aplikasi lain dan langganan berbayar, iklan, survei, dan sebagainya," ungkap Yudhi dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (23/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan aplikasi FaceApp yang bisa diunduh lewat Google Play Store, FaceApp 'abal-abal' ustru tersedia melalui layanan pihak ketiga bernama mediafire.com. Sumber unduhan ini yang membuat pengguna mendapati aplikasi yang disusupi malware.
Yudhi menekankan pengguna perangkat Android harus lebih waspada lantara selalu ada aplikasi palsu untuk setiap aplikasi atau permainan populer yang rentan disusupi malware.
"Terlepas semenarik apa pun setiap segala sesuatu yang terkait dengan hype di dunia maya, sebaiknya periksa informasi yang tersedia mengenai aplikasi, mulai dari pengembang, peringkat, ulasan, dan sebagainya," tandasnya.
[Gambas:Video CNN] (hrd/evn)