10 Ribu Orang Indonesia Tertipu Aplikasi FaceApp 'Abal-abal'

CNN Indonesia | Rabu, 24/07/2019 07:06 WIB
10 Ribu Orang Indonesia Tertipu Aplikasi FaceApp 'Abal-abal' Ilustrasi. (Foto: Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan antivirus ESET mencatat ada 10.737 orang Indonesia yang menjadi korban pengunduhan aplikasi FaceApp abal-abal yang diberi nama FaceApp Pro. Berbeda dengan aplikasi aslinya yang membuat wajah tampak lebih tua, FaceApp Pro justru menjebak penggunanya.

IT security consultant ESET Indonesia, Yudhi Kukuh mengungkapkan aplikasi ini merupakan bentuk penipuan yang dilakukan oleh para scammer. Embel-embel pro atau premium pada aplikasi yang bisa diunduh secara gratis sukses mengelabui korbannya. Padahal seperti diketahui aplikasi dengan label Pro atau Premium kerap berbayar.

"Pada kenyataannya, scammer mengelabui korbannya untuk mengklik penawaran yang tak terhitung jumlahnya untuk menginstal aplikasi lain dan langganan berbayar, iklan, survei, dan sebagainya," ungkap Yudhi dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (23/7).


Selain penawaran iklan, Yudhi menerangkan jika korban juga menerima permintaan situs yang meminta menampilkan notifikasi. Ketika diaktifkan, pemberitahuan tersebut membuat penawaran penipuan terus berlanjut.

Berbeda dengan aplikasi FaceApp yang bisa diunduh lewat Google Play Store, FaceApp 'abal-abal' ustru tersedia melalui layanan pihak ketiga bernama mediafire.com. Sumber unduhan ini yang membuat pengguna mendapati aplikasi yang disusupi malware.

Untuk mengiming-imingi korban, ESET menemukan FaceApp Pro juga memanfaatkan YouTube sebagai sarana promosi. Calon korban disuguhi tautan untuk mengunduh aplikais FaceApp Pro lewat iklan yang tampil dalam video YouTube.

Lebih lanjut Yudhi menyarankan pengguna perangkat pintar untuk menghindari mengunduh aplikasi selain dari sumber toko aplikasi resmi.

Yudhi menekankan pengguna perangkat Android harus lebih waspada lantara selalu ada aplikasi palsu untuk setiap aplikasi atau permainan populer yang rentan disusupi malware.

"Terlepas semenarik apa pun setiap segala sesuatu yang terkait dengan hype di dunia maya, sebaiknya periksa informasi yang tersedia mengenai aplikasi, mulai dari pengembang, peringkat, ulasan, dan sebagainya," tandasnya.

[Gambas:Video CNN] (hrd/evn)