Hanya saja, Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi Eko Yulianto mengungkap pemerintah daerah setempat memilih untuk tidak menerapkan kebijakan sesuai dengan penelitian manajemen bencana yang telah dilakukan.
"Kita belajar dari apa yang pernah terjadi seperti di Palu, misalnya terkait likuefaksi, hasil penelitian itu sudah ada di lemari Pemda sana sebenarnya," kata Eko saat jumpa pers di LIPI, Jakarta Selatan, Kamis (25/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eko menjelaskan Pemda beralasan tidak memiliki anggaran untuk membuat kebijakan mitigasi berdasarkan penelitian rawan bencana yang sudah ada.
Eko mengatakan pihaknya tengah menyiapkan peta rendaman tsunami dengan skala 1:10000 di pantai Selatan Jawa. Pembuatan peta ini dimaksudkan agar dapat menjadi acuan kuat untuk perencanaan tata ruang wilayah pesisir.
"Sehingga kalau rendaman tsunami bisa dipetakan demikian maka upaya pengurangan risiko bisa lebih dilakukan efektif dan efisien, apa yang harus dilakukan pertama kali," kata Eko.
[Gambas:Video CNN] (jnp/age)