Seperti diketahui, Harley-Davidson dan Qianjiang Motorcycle telah meneken kesepakatan bisnis membuat sepeda motor Harley-Davidson dengan mesin 338 cc. Motor itu rencananya bakal diproduksi dan dijual di China serta dipasarkan ke negara Asia lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur BMI Steven Kentjana Putra mengatakan kedua distributor Harley-Davidson itu mengklaim punya 'hak' mendistribusikan motor 338 cc itu usai mulai dipasarkan global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi orang Harley udah ketemuin saya di GIIAS. Pak ini distribusi mana. Mereka mengklaim distribusi harus lewat Harley. Saya bilang no problem," kata Steven di kawasan Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Lihat juga:Benelli Belum Pasti Investasi di Indonesia |
"Kemarin saya ada info, dealer Benelli punya hak kalau mau jual. Tapi bagi saya yang penting produknya ada dulu. Kami tahu bahwa ini motor memang harganya juga terjangkau," ungkap Steven.
Steven mengatakan jika motor itu sampai Indonesia, tahap awal pasti didatangkan dengan skema completely build up (CBU). Namun itu bisa berubah menjadi rakitan lokal demi menekan harga jual melalui perakitan di pabrik Benelli yang terletak di Gunung Putri, Jawa Barat.
"Karena semua mereka rakit di Benelli China. Dan kami bisa rakit di sini kalau mau memang mempertimbangkan harga kompetitif," ucap Steven. (ryh/fea)