Deputy CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim mengatakan saat mati listrik terjadi, sinyal ponsel Smartfren masih bisa digunakan ketika sinyal sejumlah operator telekomunikasi mati.
"Kami cukup bangga karena Smartfren 'The Last Man Standing' di beberapa tempat, artinya yang lain sudah berguguran kami masih tetap bisa digunakan [sinyalnya]," kata Djoko kepada awak media usai peluncuran Xiaomi Redmi 7A di Fintech Space, Jakarta, Selasa (6/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk penggunaan paket data internet, Smartfren juga mengakui pendapatan turun sekitar 10 persen namun hal itu bukan masalah karena tidak semua daerah mengalami pemadaman listrik total.
Rudiantara menjelaskan operator telekomunikasi setidaknya bisa menikmati pendapatan sebesar Rp60 triliun sampai Rp70 triliun per tahun. Angka itu merupakan nilai pendapatan yang didapat dari pelayanan akses telekomunikasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Artinya, operator setidaknya bisa mendapat pendapatan sekitar Rp200 miliar per hari ketika akses listrik berjalan normal. Namun, pada Minggu kemarin, akses listrik mati hampir 12 jam. (din/age)