Menurut Kaspersky, berdasarkan laporan DDos kuartal 2 2019, jumlah serangan memang turun hingga 44 persen jika dibandingkan kuartal 1 2019. Tipe serangan terbanyak berupa lapisan aplikasi uang sulit dikelola dan dilindungi. Serangan tipe ini meningkat hingga 32 persen dibandingkan dengan kuartal 2 tahun sebelumnya.
Jenis serangan ini menargetkan fungsi atau API aplikasi tertentu, tidak hanya untuk menggunakan jaringan, tetapi juga sumber daya server. Mereka juga lebih sulit untuk dideteksi dan dilindungi, karena memiliki permintaan yang terlegitimasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun, statistik untuk kuartal ini menunjukkan bahwa penyerang profesional, yang melakukan serangan DDoS yang kompleks, bekerja keras bahwa selama musim liburan," ujarnya.
Analisis perintah yang diterima oleh bot dari server command and control mengungkapkan bahwa serangan DDoS terpanjang pada Q2 2019 berlangsung 509 jam hampir 21 hari. Ini adalah serangan terlama sejak Kaspersky mulai memantau aktivitas botnet pada tahun 2015.
Kaspersky merekomendasikan beberapa langkah untuk melindungi diri dari serangan DDoS. Pertama, pastikan sumber daya web dan TI dapat menangani lalu lintas tinggi dan padat. Kedua, gunakan solusi profesional untuk melindungi organisasi dari serangan. (age)