Laporan itu diungkap Global Startup Ecosystem Report (GSER) bulan Mei lalu. Riset ini dilakukan oleh startup berbasis riset internasional yang bermarkas di San Fransisco, Amerika Serikat.
Selain Jakarta, ada kota Logos di Nigeria yang masuk ke posisi 34, Melbourne, Montreal, Moscow, dan Mumbai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk melihat ekosistem startup di Indonesia ada 7 faktor. Pertama, performa dinilai seberapa banyak startup early stage yang sukses. Kedua, seberapa banyak perusahaan yang menyandang status unicorn," jelas Joddy kepada awak media di kantor Bekraf, Jakarta, Kamis (8/8).
"Sudah dilakukan sensus oleh MIKTI, ada 1009 startup yang sudah jalan dan konsentrasi jabodetabek ada 529 startup," tuturnya.
"Kelima pendanaan, seberatap investasi yang diberikan. Keena. seberapa besar pasar lokal untuk menggaet pasar global. Terakhir, pengalaman dari pendiri startup itu," jelasnya.
Lihat juga:Riset UI Ungkap Mitra Gojek Bahagia Bekerja |
Lebih lanjut, laporan GSER pun menyebutkan bahwa sub sektor paling unggul di Jakarta adalah industri fintech.
"Mungkin ini gambaran untuk kita lalu harus fokus keterhubungan secara global dan menentukan jagoan startup kita ke pasar global. Salah satu gambaran, startup ecommerce dan selanjutnya fintech menarik untuk dijadikan model supaya ekosistem lebih meningkat," pungkas Joddy.
[Gambas:Video CNN] (din/evn)